Anti Fungi/ Anti Jamur


Infeksi jamur, dari segi terapik, dibedakan atas :
  • Infeksi jamur sistemik dalam:

- Asperglosis

- Blastomikosis

- Koksidiomikosis

- Kriptoksis

- Histoplasmosis

- Mukomikosis

- Parakoksidiodomikosis

- Kandidiasis
  • Injeksi subkutan

- Misetoma

- Sporotrikosis

- Kromomikosis
  • Dermatofit

- Trychophyton

- Epidermophyton

- Micosporum
  • Infeksi Mukokutan

- Kandida

- Kandidiasis kronis

ANTIFUNGI
  • Anti Fungi Sistemik :

- Amfoterisin B

- Ketokenazol

- Flusitosin

- Hidroksistilbamidin
  • Anti Fungi utk Dermatofit dan Mukokutan:

- Griseofulvin

- Golongan Imidazol

- Nystatin

- Tonaftat dan Tolsiklat

- Anti jamur topikal lainnya

ZAT-ZAT TERSENDIRI

AMFOTERISIN B

Amfoterisin A & B adlh hasil fermentasi Streptomyces nodosus. (98% amfoterisin B),Tidak tahan suhu di atas 370C, tapi tahan pd suhu 40C.Amfoterisin B menyerang sel jamur yg sedang tumbuh dan sel matang .Aktifitas anti jamur nyata pd pH 6,0 – 7,5 tapi berkurang pd Ph lebih rendah. Amfoterisin B bersifat fungistatik dan fungisidal, tgt dosis dan senstivitas jamur yg dipengaruhi. Amfoterisin B berikatan kuat dgn sterol pd membran sel jamur. Ikatan tsb mrusak membran sel dan menyebabkan sel rusak permanen . Resistensi thdp Amfoterisin B diduga krn perubahan reseptor sterol pd membran sel . Sedikit sekali diserap melalui saluran cerna . Penyebaran & bitransformasi belum diket. Seluruhnya . 95% obat beredar dlm plasma terikat lipoprotein. Sebagian kecil mencapai CSS, humor vitreus dan cairan amnion. Ekskresi lambat melalui ginjal, 24 jam 3% dlm urin . ES : kulit panas, keringatan, sakit kepala, demam, mengigil, lesu, anoreksia, nyeri otot, flebitis, kejang, penurunan fungsi ginjal . Dosis awal IV :50% mengigil; 25% muntah; sebagian demam sampai 400C. Demam mengigil sering tjd, dpt dikurangi dgn hidrokortison 25-50 mg. Flebitis dpt dikurangi dgn penambahan heparin 1000 unit ke dlm infus . Penurunan fungsi faal ginjal tjd>80% pasien terapi Amfoterisin B akan kembali normal bila terapi dihentikan, ttpi menetap pd pasien dgn dosis penuh

Indikasi :

– Koksidoidomikosis, parakoksidoidomikosis, aspergilosis, kromoblastomikosis, kandidiasis

– Mungkin efektif thdp maduromikosis (misetoma) & mukomikosis (fikomikosis)

– Obat terpilih utk blastomikosis

– Scra topikal efektif thdp keratitis mikotik

– Penderita dg terapi amfoterisin B hrs dirawat di RS, utkpengamatan ketat ES

Sediaan :

– Serbuk lofilik mgn 50 mg, dilartkan dg aquadest 10 ml lalu ditmbh ke lar dextroa 5% = kadar 0,1 mg/ml

РLar elektrolit, asam/ mgdg pengawet tdk boleh digunakan sbg pelarutè mengendapkan amfoterisin B

– Untuk injeksi selalu dibuat baru

KETOKENAZOL

Turunan imidazol sintetik. Liofilik & larut dlm air & pH asam . Aktifitas antijamur seperti mikonazol, efektif thdp Candida, aspergilus, H. capsulatum, C. neoformans, B. dermatitis. Diserap baik peroral; berkurang pd pH lambungtinggi/antasida; distribusi di lemak, saliva, urin & kult; 85% plasma; 15% sel darah; 1% bebas. Obat mengalami metabolisme lintas awal. Ekskresi empedu ke usus, sedikit dlm urin; metabolit inaktif.

ES : mual, pruritus, sakit kepla, vertigo, fotofobia, nyeri epigastrik, gusi berdarah, erupsi kulit, paraestesia, trombositopenia.

KI : ibu hamil, teratogenik

Indikasi : histoplasmosis paru, tulang, sendi, jaringan lemak.Efektif utk kroptokokosis nonmeningal, juga parakoksidioido mikosis, koksidioidomikosis, dermatomikosis, kandidosis (oral, vaginal & mukokutan)

FLUSITOSIN

Spektrum sempit, efektif dgn kandidosis, kriptokkokosis, kromomikosis, torulosis & aspergilosis. Cryptococcus & candida dpt mjd resisten selama pengobatan dgn flusitosin. Infeksi saluran kemih bawah oleh candida yg sensitif flusitosin dpt diobati g obat ini krn kdr dlm urin tinggi . Flusitosinmasuk ke dlm sel dibantu sitosin deaminase, bergabung dg RNA stlh deaminase dan fosforilasi mjd 5-FU è menghambat sintesis DNA/protein. Diserap cepat & baik di saluran cerna. Ekskresi 90% dlm ur flusitosinin. Insufiensi ginjal 200 jam.

ES : anemia, leukopenia, trombositopenia, mual, muntah, diare, enterokolitis hebat.

Indikasi : obat tunggal hanya utk kromoblastomikosis

Umunya dikombinasi dg Amfoterisin B

GRISEOFULVIN

Asal : Penicillium griseovulvum direckx (1939). Brian dkk (1964) isolasi griseofulvin dr Penicillium janczewski . Efektif invitro thdp trychophyton, microsporum, epidermophyton . Tdk efktif thdp bakteri, jamur lain & ragi, actonimyces dan Nocardia . Absorpsi kurang baik, metabolisme di hati 50% dosis oral, ekskresi lewat urin selama 5 hari (metabolit)

ES : pusing, demam, isomnia, dll

Indikasi : penyakit jamur sensitif di kulit, kuku, rambut

GOLONGAN IMIDAZOL

Spektrum luas termasuk mikonazol, klotimazol, ekonazol, isokonazol, tiokonazol dan bifonazol . Mikonazol efektif thdp trychophyton, microsporum, epidermophyton, candida, malassezia. Mekanisme kerusakan dinding sel jamur, menganggu sintesis asam nukleat . Mikonazol topikal diindikasikan utk deermatofitosis, tinea versikolor & kandidiasis mukokutan. UNTUK dermatofitosis sedang dan berat sebaiknya menggunakan griseofulvin .

ES : iritasi

NISTATIN

Asal : antibiotik polien dr Streptomyces noursei . Nistatin menghambat pertumbuhan jamur & ragi, tdk aktif thdp protozoa, bakteri & virus. Bekerja dg ikatan sterol pd membran sel jamur . Candida albicans sensitif thdp nistatin, tapi C. tropicalis, C. guillermondi, C. stellatoides mulai resisten & tdk sensitf, juga thdp amfoterisin B. Aborpsi saluran Cerna dpt diabaikan, tdk dipakai parenteral. Ekskresi bersama feces/tinja.

ES : mual, muntah, diare ringan, iritasi kulit & selaput lendir

Indikasi : infeksi kandida di kulit, selaput lendir % sal cerna . Paronikia, vaginitis dan sariawan cukup pengobatan topikal

ANTI JAMUR TOPIKAL LAINYA

Kandisidin

Asam benzoat

Asam salisilat

Asam undesilenat

Natamisin

Haloprogin

Siklopiroks olamin

(SUMBER ; Catatan kuliah Farmakologi)

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

Daftar Blog Saya