Antibiotik [Indikasi,Kontra Indikasi,Dosis,Interaksi Obat dan Indeks Keamanan Pada Wanita Hamil]


Ofloxacin / Ofloksasin.
*INDIKASI*
Infeksi saluran kemih, infeksi yang berat & berkomplikasi, infeksi saluran napas, uretritis gonokokal yang tidak berkomplikasi & servisitis (termasuk infeksi PPNG/Gonore Neisseria yang menghasilkan penisilinase), uretritis non gonokokal, infeksi kulit & jaringan lunak, infeksi kebidanan dan kandungan, enteritis bakterial.
*KONTRA INDIKASI*
# Hipersensitivitas terhadap Ofloksasin & derivat Quinolon.
# Wanita hamil & menyusui.
# Anak-anak yang belum puber.
*PERHATIAN*
Penurunan fungsi ginjal.
/Interaksi obat/ :
- antasida yang mengandung Al atau Mg(OH)_2 .
- penggunaan bersama dengan anti inflamasi non-steroid bisa menimbulkan kejang.
- dapat meningkatkan kadar Teofilin dalam plasma.
- mengintensifkan efek Warfarin.
*EFEK SAMPING*
Gangguan pencernaan & susunan saraf pusat.
Reaksi hipersensitivitas.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*C*: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.
*DOSIS*
# Infeksi saluran kemih : 2 kali sehari 100-400 mg selama 1-10 hari.
# Infeksi berat & berkomplikasi : dosis dinaikkan sampai dengan 600 mg sehari selama 20 hari.
# Infeksi saluran pernapasan : 2 kali sehari 200-400 mg.
# Uretritis gonokokal tanpa kompilkasi dan servisitis (termasuk infeksi PPNG) : 200-600 mg sebagai dosis tunggal.
# Uretritis non gonokokal : 400 mg sehari sebagai dosis tunggal atau dosis terbagi selama 9 hari.
# Infeksi kulit & jaringan lunak, infeksi kebidanan dan kandungan, enteritis bakterial : 400 mg sehari selama 7 hari.

Clindamycin / Klindamisin HCl
*INDIKASI* 
Pengobatan infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri anaerob yang sensitif terhadap Klindamisin, turunan Streptococcus, Pneumococus, Staphylococcus yang retan terhadap Klindamisin. Infeksi yang disebabkan Streptococcus ?-hemolitik (waktu pengobatan minimal 10 hari).

*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitivitas.
*PERHATIAN* 
Riwayat penyakit saluran pencernaan, terutama kolitis, penyakit hati dan atau ginjal, superinfeksi & pertumbuhan jamur yang berlebihan, kehamilan.
*EFEK SAMPING*
Perut terasa tidak enak, diare, kolitis, mual, muntah.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS* 
Untuk orang dewasa.
# Infeksi serius : 150-300 mg tiap 6 jam.
# Infeksi yang lebih berat lagi : 300-450 mg tiap 6 jam.

 Amoxicillin/Amoksisilina Na
*INDIKASI* 
Infeksi saluran nafas, saluran pencernaan, saluran kemih dan kelamin, kulit & jaringan lunak yang disebabkan oleh bakteri Gram positif & Gram negatif.
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitif terhadap Penisilin. Mononukleosis infeksiosa.
*PERHATIAN*
# Hipersensitif terhadap Sefalosporin.
# Kerusakan ginjal.
# Leukemia limfatik. /Interaksi obat/ : - Probenesid memperpanjang waktu paruh Amoksisilin dalam plasma. - Allopurinol memicu timbulnya kemerahan pada kulit. - Mengurangi efektifitas kontrasepsi oral.
*EFEK SAMPING*
Gangguan pencernaan, reaksi alergi, anafilaksis, kelainan darah, superinfeksi.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS*
Dewasa : 250-500 mg tiap 8 jam. Gonore akut : 3 gram sebagai dosis tunggal.

Amoksisilin &Asam klavulanat 
*INDIKASI* 
Pengobatan jangka pendek infeksi saluran pernafasan bagian atas & bawah, infeksi saluran kemih, sinusitis, infeksi kulit, otitis media (radang rongga gendang telinga).
*KONTRA INDIKASI* 
Hipersensitif terhadap Penisilin. Mononukleosis infeksiosa.
*PERHATIAN*
Gangguan ginjal & hati. Superinfeksi. /Interaksi obat / : Probenesid, Allopurinol.
*EFEK SAMPING*
# Reaksi pada saluran pencernaan & reaksi hipersensitivitas.
# Hepatitis & sakit kuning kolestatik yang bersifat sementara.
# Rasa tidak enak pada perut, sakit kepala, pusing, vaginitis, kandidiasis.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL* 
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
 *DOSIS* 
# Dewasa & anak berusia lebih dari 12 tahun atau dengan berat badan lebih dari 40 kg : - infeksi ringan-sedang : 250 mg tiap 8 jam. - infeksi berat : 500 mg tiap 8 jam.
# Anak berusia kurang dari 12 tahun: 25-50 mg/kg berat badan/hari tergantung pada beratnya infeksi. Infeksi berat : dosis bisa ditingkatkan.

Ampicillin trihydrate / Ampisilin trihidrat. 
*INDIKASI*
Infeksi Gram positif & Gram negatif pada saluran pernafasan, saluran empedu, saluran pencernaan, dan meninges. Infeksi saluran kemih.
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitif terhadap Penisilin. Mononukleosis infeksiosa.
*PERHATIAN*
# Hipersensitif terhadap Sefalosporin.
# Penggunaan jangka panjang memerlukan pemeriksaan fungsi ginjal, hati & hematopetik.
# Kerusakan ginjal.
# Leukemia limfatik.
/Interaksi obat/ :
- Probenesid mengganggu ekskresi obat.
- Mengurangi keampuhan kontrasepsi oral & Atenolol.
- Allopurinol meningkatkan resiko kemerahan pada kulit.
*EFEK SAMPING* 
Gangguan saluran pencernaan. Kemerahan pada kulit, gatal-gatal, biduran/kaligata, demam, anafilaksis, kelainan darah, superinfeksi.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL* 
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS*
# Dewasa : 4 kali sehari 250 mg atau 2 kali sehari 500 mg.
# Anak berusia 5-10 tahun : 4 kali sehari 125-250 mg.
# Anak berusia 2-5 tahun : 4 kali sehari 125 mg.
# Anak berusia kurang dari 2 tahun : 4 kali sehari 62,5 mg.
# Gonore : 3,5 gram sebagai dosis tunggal, sebaiknya digunakan dengan Probenesid 1 gram.

Cefadroxil / Sefadroksil monohidrat.
*INDIKASI*
Infeksi saluran pernafasan, infeksi kulit & jaringan lunak, infeksi
saluran kemih & kelamin.
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitivitas terhadap Sefalosporin.
*PERHATIAN*
Hipersensitivitas terhadap Penisilin, kerusakan ginjal, kehamilan.
*EFEK SAMPING*
Mual, muntah, diare, reaksi alergi, kolitis pseudomembranosa
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita
hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS*
# Dewasa & anak-anak dengan berat badan 40 kg atau lebih : 1-2 gram sehari
dalam 2 dosis terbagi.
# Anak-anak dengan berat badan kurang dari 40 kg : 25 mg/kg berat
badan/hari dalam 2 dosis terbagi.

Cefotiam
*INDIKASI* 
Bronkhitis, peritonitis (radang selaput perut), osteomyelitis (radang sumsum tulang).
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitivitas.
*PERHATIAN* 
Kehamilan, menyusui, gangguan saluran esofagus. Alergi terhadap Penisilin. /Interaksi obat/ : aminoglikosida, diuretika.
*EFEK SAMPING* 
Sakit kepala, syok, nyeri pada dada, kolitis pseudomembranosa, sakit kuning, hipoprotrombinemia, sindroma Steven-Johnson.
*DOSIS* 
Dewasa : 0,5-2 gram/hari secara intravena atau intramuskular.

Azithromycin / Azitromisina
*INDIKASI*
Infeksi saluran pernafasan bagian atas & bawah, infeksi kulit ringan dan sedang, uretritis (radang uretra/aliran kandung kemih) non komplikasi & servisitis (radang leher rahim) non gonoreal yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis.
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitivitas terhadap antibiotik makrolida.
*PERHATIAN*
Kerusakan hati atau kerusakan berat ginjal. Pasien pneumonia. /Interaksi obat/ : - antasida yang mengandung Alumunium dan Magnesium, Warfarin, derivat Ergot. - mengganggu metabolisme Siklosporin. - meningkatkan kadar Digoksin.
*EFEK SAMPING*
Diare, mual, muntah, kembung, nyeri lambung, dispepsia, sakit kuning kolestatik. Kemerahan pada kulit, gangguan saluran kemih & kelamin, sakit kepala, vertigo, somnolen (ketagihan tidur/mengantuk terus), kelemahan.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS*
# Infeksi saluran pernafasan bagian atas & bawah, infeksi kulit ringan dan sedang : 500 mg sebagai dosis tunggal pada hari pertama, dilanjutkan dengan 250 mg sebagai dosis tunggal untuk 4 hari berikutnya.
# Uretritis non komplikasi & servisitis non gonoreal yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis : 1 gram sebagai dosis tunggal.

Co-trimoxazole: Trimethoprim 80 mg, sulfamethoxazole 400 mg.
*INDIKASI*
Infeksi saluran pencernaan, saluran pernapasan, kulit dan infeksi lain yang disebabkan oleh mikroorganisme yang rentan terhadap Kotrimoksazol.
*KONTRA INDIKASI* 
# Gangguan berat fungsi ginjal atau hati.
# Hipersensitif terhadap sulfonamida, diskrasia darah.
# Wanita hamil dan menyusui.
# Bayi berusia kurang dari 2 bulan.
# Porfiria.
*PERHATIAN* 
# Kekurangan Asam folat atau G6PD.
# Status gizi buruk.
# Usia lanjut dan pasien dengan penurunan fungsi ginjal.
/Interaksi obat/ :
- efek Bactoprim Combi dikurangi oleh PABA (Asam paraaminobenzoat) dan obat bius/anestesi lokal tipe Prokain dan dipertinggi oleh obat-obat dengan ikatan tinggi.
- dapat mempotensiasi efek Metotreksat, Warfarin, Sulfonilurea.
*EFEK SAMPING*
Gangguan saluran pencernaan, sindroma Stevens-Johnson & Lyell.Jarang : hepatitis, kelainan darah, kolitis pseudomembranosa.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL* 
*C*: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.
*DOSIS*
# Dewasa : 2 kali sehari 2 tablet.
# Anak berusia 5-12 tahun : 2 kali sehari 1 tablet.
# Anak berusia 1-5 tahun : 2 kali sehari ½ tablet. Pada infeksi berat, dosis dapat ditingkatkan.

Ciprofloxacin / Siprofloksasin HCl.
*INDIKASI* 
Infeksi saluran kemih, saluran pernapasan, kulit dan jaringan lunak, tulang dan sendi, saluran pencernaan, osteomielitis (radang sumsum tulang) akut.
*KONTRA INDIKASI*
Wanita hamil dan penyusui. Anak-anak dan remaja yang masih dalam masa pertumbuhan.
*PERHATIAN* 
Diketahui atau diduga terdapat gangguan pada sistem saraf pusat. Kerusakan ginjal. /Interaksi obat/ : - absorpsi/penyerapan Siprofloksasin dikurangi oleh antasida yang mengandung Alumunium atau Mg(OH)_2 . - meningkatkan kadar Teofilin dalam plasma.
*EFEK SAMPING*
Gangguan saluran pencernaan, pusing, sakit kepala, insomnia (sulit tidur), halusinasi, gemetar, perasaan lelah, gangguan penglihatan, reaksi kulit, meningkatkan jumlah enzim hati untuk sementara waktu.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL* 
*C*: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin
*DOSIS* 
# Infeksi saluran kemih : - ringan atau sedang : 2 kali sehari 250 mg. - berat : 2 kali sehari 500 mg.
# Infeksi saluran pernapasan, kulit dan jaringan lunak, tulang dan sendi : - ringan atau sedang : 2 kali sehari 500 mg. - komplikasi yang lebih berat : 2 kali sehari 750 mg.
# Infeksi saluran pencernaan : 2 kali sehari 500 mg. # Osteomielitis akut : dosis tidak boleh kurang dari 750 mg 2 kali sehari.

Cefadroxil / Sefadroksil monohidrat
*INDIKASI* 
Infeksi saluran nafas, kulit & jaringan lunak, saluran kemih dan kelamin, & infeksi lain yang disebabkan mikroorganisme Gram positif & Gram negatif termasuk organisme yang memproduksi penisillinase.
*KONTRA INDIKASI* 
Hipersensitivitas terhadap Sefalosporin.
*PERHATIAN*
# Pasien yang alergi Penisilin.
# Gangguan fungsi ginjal.
# Riwayat penyakit lambung-usus (kolitis/radang usus besar).
/Interaksi obat/ : aminoglikosida, diuretika poten, dan probenesid.
*EFEK SAMPING* 
Kolitis pseudomembranosa, alergi, gatal-gatal pada alat kelamin, moniliasis genital (infeksi pada alat kelamin yang disebabkan oleh salah satu spesies Candida/jamur), vaginitis (radang pada vagina), neutropenia (penurunan jumlah sel darah putih neutrofil) sedang yang bersifat sementara & peningkatan ringan transaminase serum, superinfeksi.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS*
# Dewasa : 1-2 gram sehari sebagai dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi.
# Anak-anak : 30 mg/kg berat badan/hari dalam 2 dosis terbagi yang diberikan tiap 12 jam. Untuk infeksi berat mungkin dibutuhkan dosis yang lebih tinggi.

Griseofulvin (ultramikrokristalin)
*INDIKASI* 
Infeksi jamur pada kulit, rambut dan kuku.
*KONTRA INDIKASI*
Porfiria, gangguan fungsi hati, hamil.
*PERHATIAN* 
Penggunaan jangka panjang : dianjurkan memperhatikan/memeriksakan fungsi ginjal, hati dan hematopetik secara teratur. /Interaksi obat/ : - Barbiturat mengurangi efek Biogrisin. - penurunan efektifitas Warfarin.
*EFEK SAMPING* 
Gangguan saluran pencernaan, sakit kepala, biduran/kaligata, parestesia (gangguan perasaan kulit seperti kesemutan), gangguan tidur, SLE/Lupus Eritematosus Sistemik (jarang).
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*C*: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.
*DOSIS* 
# Dewasa : 250-500 mg/hari.
# Anak berusia lebih dari 2 tahun : 5 mg/kg berat badan/hari.

Lincomycin / Linkomisin HCl
*INDIKASI*
Infeksi serius yang disebabkan Streptococcus, Pneumococcus, dan Staphylococcus Gram positif yang rentan terhadap Linkomisin.
*KONTRA INDIKASI*
# Hipersensitivitas terhadap Klindamisin.
# Pasien yang dalam keadaan diare.
# Bayi baru lahir.
*PERHATIAN*
Gangguan fungsi hati atau ginjal. Hamil. /Interaksi obat/ : mempertinggi efek Tubokurarin dalam memblok neuromuskular.
*EFEK SAMPING* 
Gangguan saluran pencernaan, reaksi hipersensitifitas.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS*
# Dewasa : 3-4 kali sehari 500 mg.
# Anak berusia lebih dari 1 bulan : 30-60 mg/kg berat badan/hari dalam 3-4 dosis terbagi.

Thiamphenicol / Tiamfenikol
*INDIKASI*
Infeksi yang disebabkan oleh Salmonella, H. Influenzae (terutama infeksi meningokokal), Rickettsia, organisme Gram negatif yang menyebabkan bakteremia (beredarnya bakteri dalam darah), meningitis (radang selaput otak).
*KONTRA INDIKASI* 
Disfungsi ginjal & hati berat, hipersensitifitas.
*PERHATIAN*
# Bayi prematur dan bayi baru lahir.
# Hamil dan menyusui.
# Superinfeksi.
/Interaksi obat/ : Dikumarol, Fenitoin, Tolbutamid, Fenobarbital.
*EFEK SAMPING* 
Diskrasia darah, anafilaksis, biduran/kaligata, gangguan saluran pencernaan, Gray syndrome.
*DOSIS*
# Dewasa, anak-anak, dan bayi berusia lebih dari 2 minggu : 50 mg/kg berat badan/hari dibagi dalam 3-4 kali pemberian.
# Bayi berusia 2 minggu atau kurang dan bayi prematur : 25 mg/kg berat badan/hari dibagi dalam 4 kali pemberian.

Roxithromycin / Roksitromisin
*INDIKASI* 
Pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang rentan terhadap Roxithromycin termasuk otitis media (radang rongga gendang telinga), sinusitis, infeksi bronkhopulmoner, infeksi genital/alat kelamin (selain gonokokal) & manifestasi infeksi kulit.
*PERHATIAN*
/Interaksi obat/ : memperpanjang waktu paruh Midazolam, meningkatkan kadar Tofilin dalam plasma, meningkatkan absorpsi/penyerapan Digoksin.
*EFEK SAMPING* 
Gangguan saluran pencernaan, reaksi alergi, jarang : hepatotoksisitas.
*DOSIS*
# Dewasa : 2 kali sehari 150 mg.
# Anak-anak : 5-8 mg/kg berat badan/hari dalam 2 dosis terbagi.

Cefalexin / Sefaleksin monohidrat
*INDIKASI* 
Infeksi saluran pernafasan, saluran kemih dan kelamin, kulit & jaringan lunak.
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitif terhadap Sefalosporin.
*PERHATIAN*
Hipersensitif terhadap Penisilin. Gangguan fungsi ginjal. /Interaksi obat/ : - Antibiotik bakteriostatik dapat mengurangi efektifitas Sefalosporin. - Probenesid dapat meningkatkan dan memperpanjang toksisitas dan kadar Sefalosporin dalam plasma.
*EFEK SAMPING* 
Gangguan saluran pencernaan. Reaksi alergi, eosinofilia, angioedema, anafilaksis, neutropenia, superinfeksi, kolitis pseudomembranosa.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS*
# Dewasa : 1-2 kapsul tiap 4-6 jam.
# Anak-anak : 25-50 mg/kg berat badan/hari dalam 4 dosis terbagi.

Cefazolin / Sefazolin
*INDIKASI*
# Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Gram positif dan Gram negatif.
# Infeksi saluran pernafasan, saluran kemih & kelamin, kulit & jaringan lunak, tulang & sendi, septikemia (keracunan darah oleh bakteri patogenik dan atau zat-zat yang dihasilkan oleh bakeri tersebut), endokarditis (radang endokardium jantung) & infeksi lain.
# Pencegahan infeksi perioperasi.
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitivitas.
*PERHATIAN*
Hipersensitivitas terhadap Penisilin, gangguan fungsi ginjal.
/Interaksi obat/ :
- antibiotik bakteriostatik dapat mengurangi efektifitas Sefalosporin.
- Probenesid dapat meningkatkan dan memperpanjang toksisitas dan kadar Sefalosporin dalam plasma. - pasien yang menerima diuretika poten dan antibiotik nefrotoksis.
*EFEK SAMPING* 
Reaksi hipersensitivitas, diare, eosinofilia, kandidiasis pada rongga mulut dan alat kelamin. Jarang : kolitis pseudomembranosa, anafilaksis, neuotropenia, trombositopenia, leukopenia.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL* 
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS* 
# Pencegahan infeksi sebelum operasi : 1 gram secara intravena/intramuskular ½-1 jam sebelum pembedahan dimulai. Untuk prosedur yang panjang/lama : ½-1 gram secara intravena/intramuskular selama pembedahan. Setelah operasi : ½-1 gram tiap 6-8 jam selama 24 jam.
# Infeksi : - dewasa : 1 gram sehari, dapat ditingkatkan menjadi 3-5 gram. - anak-anak : 20-40 mg/kg berat badan/hari dalam 2-4 dosis terbagi, dapat ditingkatkan sampai 100 mg/kg berat badan. - bayi baru lahir : 2 kali sehari 10-20 mg/kg berat badan.

Cefpirome / Sefpirom
*INDIKASI* 
Infeksi saluran kemih berkomplikasi, neutropenik, infeksi saluran pernafasan bagian bawah, infeksi kulit & jaringan lunak. Septikemia (keracunan darah oleh bakteri patogenik dan atau zat-zat yang dihasilkan oleh bakteri tersebut) & infeksi berat pada pasien yang sedang dalam unit perawatan intensif.
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitif terhadap Sefalosporin.
*PERHATIAN* 
Hipersensitif terhadap Penisilin. Awasi fungsi ginjal bila digunakan bersama dengan "loop diuretics" atau aminoglikosida.
/Interaksi obat/ : dapat mempotensiasi efek nefrotoksis aminoglikosida atau "loop diuretics".
*EFEK SAMPING*
Reaksi hipersensitif, gatal-gatal, demam karena obat.
*DOSIS* 
2-4 gram/hari dalam dosis terbagi yang diberikan tiap 12 jam.

Ceftazidime /Seftazidim
*INDIKASI* 
Infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri yang rentan terhadap Seftazidim.
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitif terhadap Sefalosporin.
*PERHATIAN* 
Hipersensitif terhadap Penisilin. Kerusakan ginjal. /Interaksi obat/ : penggunaan bersama dengan obat-obat yang dapat menyebabkan nefrotoksis.
*EFEK SAMPING*
# Gangguan saluran pencernaan, efek pada susunan saraf pusat.
# Flebitis (radang pembuluh balik) atau tromboflebitis pada tempat penyuntikan secara intravena.
# Nyeri dan atau meradang setelah injeksi intramuskular (IM).
# Sangat jarang : reaksi hipersensitivitas.
# Perubahan hematologis yang bersifat sementara.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL* 
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS* 
# Dewasa : 1-6 gram sehari, diberikan secara Intravena (IV) atau intramuskular (IM).
# Anak berusia lebih dari 2 bulan : 30-100 mg/kg berat badan/hari dibagi dalam 2-3 dosis.
# Anak berusia 2 bulan atau kurang : 25-60 mg/kg berat badan/hari dibagi dalam 2 dosis.

Cefuroxime / Sefuroksim aksetil
*INDIKASI* 
Infeksi yang umum terjadi, infeksi saluran kemih tanpa komplikasi, bronkhitis & pneumonia, pielonefritis (radang ginjal serentak dengan radang pasu ginjal), gonorrhea tanpa komplikasi. *KONTRA INDIKASI*
Hipersensitif terhadap Sefalosporin.
*PERHATIAN*
Reaksi anafilaksis terhadap Penisilin.
*EFEK SAMPING*
Gangguan saluran pencernaan, kolitis pseudomembranosa, sakit kepala, superinfeksi.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS*
# Infeksi yang umum terjadi :
 - dewasa : 2 kali sehari 250 mg.
- anak-anak : 2 kali sehari 125 mg, jika perlu dosis dapat ditingkatkan menjadi 2 kali sehari 250 mg.
# *Bronkhitis dan pneumonia : 2 kali sehari 500 mg. *
# *Pielonefritis : 2 kali sehari 250 mg. *
# *Gonore tanpa komplikasi : dosis tunggal sebesar 1 gram.

Cefotiam / Sefotiam diHCl
 *INDIKASI*
# Infeksi berat akibat turunan Staphylococcus yang sensitif terhadap Sefotiam, Streptococcus (kecuali Enterococcus), Streptococcus pneumoniae, H. influenzae, E. coli, Klebsiella, Enterobacter, Citrobacter, Proteus mirabilis, Proteus vulgaris, Proteus retgeri, & Proteus morganii. # Septikemia (keracunan darah oleh bakteri patogenik dan atau zat-zat yang dihasilkan oleh bakteri tersebut), luka setelah operasi, infeksi setelah terbakar.
# Abses subkutan, karbunkel/bisul batu, furunkel/bisul, furunkulosis (keadaan sakit yang menyertai timbulnya segerombolan bisul).
# Osteomielitis (radang sumsum tulang), artritis supuratif (radang sendi yang bernanah). # Bronkhitis, infeksi primer yang disertai dengan bronkhiektasis, pneumonia. # Penyakit paru-paru yang bernanah, piotoraks.
# Kolangitis (radang buluh-buluh empedu), kolesistitis (radang kandung empedu). # Peritonitis (radang selaput perut), sistitis (radang kandung kemih), uretritis (radang uretra/aliran kandung kemih), prostatitis (radang kelenjar prostata).
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitivitas. Gagal ginjal akut, insufisiensi hati.
*PERHATIAN* 
Pasien yang alergi terhadap Penisilin. Pasien dengan gangguan aliran esofagus; wanita hamil dan menyusui, anak-anak, kekurangan Vitamin K. /Interaksi obat/ : aminoglikosida dan diuretika.
*EFEK SAMPING*
Syok, reaksi hipersensitif, pusing, sakit kepala, baal/mati rasa, dada terasa nyeri, lemas, edema pada wajah. Jarang : sindroma Steven-Johnson, sindroma Lyell, pneumonia interstisial, hipoprotrombinemia, kecenderungan perdarahan, kolitis pseudomembranosa, sakit kuning.

Chloramphenicol / Kloramfenikol
*INDIKASI*
Demam tifus dan paratifus. Infeksi berat yang disebabkan oleh Salmonella, H. influenzae (terutama infeksi meningeal), Rickettsia, limfogranuloma-psitakosis dan bakteri Gram negatif yang menyebabkan meningitis bakterial.
*KONTRA INDIKASI* 
# Hipersensitif.
# Gangguan fungsi hati dan ginjal.
# Tidak dianjurkan untuk pencegahan.
*PERHATIAN* 
# Penggunaan jangka panjang.
# Gangguan fungsi ginjal.
# Bayi prematur dan bayi baru lahir.
# Pemeriksaan hitung darah harus dilakukan secara berkala.
# Hamil dan menyusui.
/Interaksi obat/ : Dikumarol, Fenitoin, Tolbutamid, Fenobarbital.
*EFEK SAMPING*
Depresi sumsum tulang, anemia aplastis, Gray syndrome pada bayi, kemerahan pada kulit, biduran/kaligata, gangguan saluran pencernaan, enterokolitis.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL* 
*C*: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.
*DOSIS* 
# Dewasa & anak berusia lebih dari 2 minggu : 50 mg/kg berat badan/hari dibagi menjadi 3-4 kali pemberian.
# Anak berusia kurang dari 2 minggu dan bayi prematur : 25 mg/kg berat badan/hari dibagi menjadi 4 kali pemberian.

Cefotaxime / Na Sefotaksim
*INDIKASI* 
Infeksi saluran nafas bawah, infeksi kulit & struktur kulit, infeksi tulang & sendi, infeksi dalam perut, infeksi saluran kemih & kelamin, infeksi kandungan, & infeksi susunan saraf pusat. Bakteremia (beredarnya bakteri dalam darah) & septikemia (keracunan darah oleh bakteri patogenik dan atau zat-zat yang dihasilkan oleh bakteri tersebut).
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitif terhadap Sefalosporin.
*PERHATIAN*
# Hipersensitif terhadap Penisilin.
# Disfungsi ginjal berat.
# Riwayat penyakit lambung-usus, terutama kolitis (radang usus besar).
# Hamil & menyusui.
/Interaksi obat/ :
- ekskresi Na Sefotaksim bisa dihambat oleh Probenesid.
- resiko nefrotoksisitas ditingkatkan oleh aminoglikosida dan diuretika poten.
*EFEK SAMPING*
Gangguan saluran pencernaan, reaksi hipersensitifitas, superinfeksi, rasa sakit pada tempat penyuntikan, flebitis (radang pembuluh balik), leukopenia, eosinofilia & neutropenia yang bersifat sementara.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS*
# Dewasa & anak berusia lebih dari 12 tahun : 1 gram tiap 12 jam, sampai dengan 12 gram sehari.
# Anak berusia 1 bulan - 12 tahun : 50-180 mg/kg berat badan/hari dalam 4-6 dosis terbagi.
# Anak berusia 1-4 minggu : 50 mg/kg berat badan secara intravena (IV) tiap 8 jam.
# Anak berusia kurang dari 1 minggu : 50 mg/kg berat badan secara intravena (IV) tiap 12 jam.

Levofloxacin / Levofloksasin
*INDIKASI*
Sinusitis maksilaris akut, kumatnya penyakit atau gejala penyakit bronkhitis kronis secara mendadak akibat bakteri, pneumonia yang didapat dari komunitas, infeksi kulit & struktur kulit tanpa komplikasi, infeksi saluran kemih yang berkomplikasi & pielonefritis (radang ginjal serentak dengan radang pasu ginjal) akut.
*KONTRA INDIKASI* 
Hipersensitivitas.
*PERHATIAN*
# Insufisiensi ginjal.
# Terpapar sinar matahari secara berlebihan harus dihindari.
# Pasien yang diketahui atau diduga menderita kelainan sistem saraf pusat yang bisa mempunyai kecenderungan kejang atau ambang kejang rendah.
# Dianjurkan untuk memonitor secara ketat glukosa darah.
# Penilaian secara teratur fungsi ginjal, hati, dan hematopetik.
/Interaksi obat/ :
- absorpsi/penyerapan Levofloksasin dikurangi oleh antasida yang mengandung Al atau Mg dan obat-obat yang mengandung Fe.
- penggunaan bersama obat-obat anti radang non steroid dengan Quinolon dapat meningkatkan resiko stimulasi sistem saraf pusat dan kejang.
- antidiabetes.
*EFEK SAMPING*
Diare, mual, vaginitis, kembung, gatal-gatal, ruam kulit, nyeri pada perut, moniliasis pada alat kelamin, pusing, dispepsia, sulit tidur, muntah, gangguan pengecapan, muntah, kehilangan nafsu makan, susah buang air besar, edema, kelemahan, sakit kepala, keringat berlebihan, keputihan, perasaan tidak enak badan yang tidak jelas, kegugupan, gangguan tidur, gemetar, biduran/kaligata. *INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*C*: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.
*DOSIS* 
250-500 mg sekali sehari selama 7-14 hari.
# Pasien yang menderita gangguan ginjal dengan klirens kreatinin 20-49 ml/menit : diawali dengan 500 mg, kemudian 250 mg tiap 24 jam.
# Pasien yang menderita gangguan ginjal dengan klirens kreatinin 10-19 ml/menit, hemodialisis dan dialisis peritoneal ambulatori kronis : diawali dengan 500 mg, kemudian 250 mg tiap 48 jam.

Pefloxacin / Pefloksasin
*INDIKASI*
Infeksi berat yang disebabkan oleh bakteri Gram negatif & Gram positif patogen yang rentan terhadap Pefloxacin. Infeksi saluran kemih & kelamin.
*KONTRA INDIKASI*
# Hipersensitivitas terhadap Quinolon.
# Kekurangan G6PD.
# Anak berusia kurang dari 15 tahun.
# Wanita hamil dan menyusui.
*PERHATIAN* 
Hindari terkena sinar matahari atau sinar ultraviolet. Sesuaikan dosis pada insufisiensi hati berat. /Interaksi obat/ :
- bisa mempotensiasi efek Teofilin.
- kemanjuran Pefloxacin dikurangi oleh antasida yang mengandung Aluminium, Magnesium base. *EFEK SAMPING*
Gangguan saluran pencernaan, gangguan neurologis, reaksi hipersensitifitas. Trombositopenia (pada dosis tinggi).
*DOSIS* 
2 kali sehari 1 tablet.

Cefamandole / Sefamandol nafat.
*INDIKASI*
# Infeksi saluran pernafasan bagian bawah, infeksi saluran kemih, peritonitis (radang selaput perut), septikemia (keracunan darah oleh bakteri patogenik dan atau zat-zat yang dihasilkan oleh bakteri tersebut), infeksi kulit & jaringan lunak.
# Infeksi tulang & sendi.
# Tindakan pengobatan & pencegahan infeksi selama & setelah operasi.
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitif terhadap Sefalosporin.
*PERHATIAN* 
# Hipersensitif terhadap Penisilin.
# Riwayat penyakit lambung-usus (kolitis).
# Gangguan fungsi ginjal.
/Interaksi obat/ :
- Antibiotik bakteriostatik dapat mengurangi efektifitas Sefalosporin.
- Probenesid bisa memperpanjang dan meningkatkan kadar plasma Sefalosporin dan toksisitasnya. *EFEK SAMPING* 
Gangguan pencernaan, biduran/kaligata, reaksi alergi, ruam kulit, eosinofilia; kelainan darah. *INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS*
/_Dewasa_/ : 500 mg - 1 gram setiap 4-8 jam.
# Pneumonia (radang parenkim paru) tanpa komplikasi, infeksi kulit dan jaringan lunak yang bersifat ringan : 500 mg tiap 6 jam.
# Infeksi saluran kemih tanpa komplikasi : - ringan : 500 mg tiap 8 jam. - sedang : 1 gram tiap 8 jam. - berat : 1 gram tiap 4 atau 6 jam. # Infeksi yang mengancam hidup : 2 gram tiap 4 jam.
/_Bayi dan anak-anak_/ : 50-100 mg/kg berat badan/hari dalam dosis terbagi yang diberikan tiap 4-8 jam. Infeksi yang lebih berat : 150 mg/kg berat badan/hari. Maksimal : sebesar dosis untuk orang dewasa. /__/ # /_Sebelum operasi_/ :
- dewasa : 1-2 gram secara intravena atau intramuskular ½-1 jam sebelum pembedahan, kemudian 1-2 gran tiap 6 jam selama 24-48 jam
. - anak-anak berusia lebih dari 3 bulan : 50-100 mg/kg berat badan/hari dalam dosis terbagi secara intravena atau intramuskular.

Doxycycline / Doksisiklin HCl
*INDIKASI*
Infeksi saluran pernafasan, saluran pencernaan, saluran kandung empedu, saluran kemih & kelamin, kulit & jaringan lunak.
*KONTRA INDIKASI*
Riwayat hipersensitifitas, fotodermatosis, kerusakan hati, kehamilan, menyusui.
*PERHATIAN* 
# Terdapat insufisiensi hati.
# Periksakan fungsi hati & ginjal secara teratur & pemeriksaan darah harus dilakukan.
# Anak-anak berusia kurang dari 8 tahun.
/Interaksi obat/ :
- absorpsi Doksisiklin agak berkurang oleh produk-produk susu, antasida, Kolestiramin, atau preparat/sediaan Kalsium dan Magnesium.
- mengurangi aktifitas lipase pankreatik, peptidase, amilase, pepsin, dan kolin oksidase.
*EFEK SAMPING* 
Gangguan saluran pencernaan, kerusakan hati, diskrasia darah, fotositisasi & pertumbuhan berlebihan organisme yang resisten terhadap Doksisiklin, peningkatan tekanan intrakranial yang berisfat reversibel (akan berhenti bila obat tidak lagi diberikan) pada anak-anak (sangat jarang).
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL* 
*D*: Positif ada kejadian yang berbahaya pada janin manusia, tetapi keuntungan dari penggunaan oleh wanita hamil mungkin dapat diterima walaupun berisiko. (Misalnya jika obat digunakan untuk situasi menyelamatkan nyawa atau penyakit yang serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).
*DOSIS*
Dewasa & anak-anak dengan berat badan lebih dari 50 kg :
- dosis awal : 200 mg.
- dosis rumat : 100 mg/hari sebagai dosis tunggal atau 50 mg tiap 12 jam.
- infeksi berat : 200 mg/hari.

Ceftriaxone / Seftriakson disodium
*INDIKASI* 
# Infeksi saluran pernafasan, ginjal, tulang & jaringan lunak, perut, & alat kelamin.
# Gonore, infeksi saluran kemih, sepsis (reaksi umum disertai demam karena kegiatan bakteri, zat-zat yang dihasilkan oleh bakteri, atau kedua-duanya), meningitis (radang selaput otak).
# Pencegahan infeksi sebelum operasi.
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitif terhadap Sefalosporin.
*PERHATIAN* 
# Hipersensitif terhadap Penisilin.
# Syok anafilaktik.
# Gagal hati dan gagal ginjal berat.
# Kehamilan.
# Ceftriaxone tidak dianjurkan untuk digunakan secara bersamaan dengan obat lain yang mengandung calcium, meskipun dengan rute pemberian yang berbeda. Produk obat yang mengandung calcium tidak boleh diberikan dalam jangka waktu 48 jam setelah pemberian terakhir ceftriaxone.
*EFEK SAMPING*
Gangguan saluran pencernaan, perubahan hematologis, reaksi kulit, gangguan pembekuan darah, flebitis (radang pembuluh balik), agranulositosis (jarang).
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS* 
# Dewasa & anak berusia lebih dari 12 tahun : 1-2 gram sekali sehari.
# Bayi & anak kecil : 20-80 mg/kg berat badan sekali sehari.

Metronidazole
*INDIKASI* 
Infeksi anaerob, amebiasis, trikomoniasis, vaginitis bakterial, giardiasis, pencegahan : pembedahan elektif, bedah akut, gingivitis ulseratif, amebiasis hepatik.
*PERHATIAN*
Hamil dan menyusui, pasien dengan riwayat abnormalitas darah. /Interaksi obat/ : - pada penggunaan bersama dengan alkohol, Metronidazol bisa memicu reaksi serupa Disulfiram. - efek antikoagulan Warfarin dipertinggi.
*EFEK SAMPING*
Rasa tidak enak pada saluran pencernaan, anoreksia (kehilangan nafsu makan), diare atau susah buang air besar, sakit kepala, leukopenia, pengecapan berasa logam.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL* 
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS*
# Infeksi anaerob : - dewasa dan anak berusia lebih dari 12 tahun : 500 mg tiap 8 jam sela,a 5-7 hari. - anak berusia kurang dari 12 tahun : 7,5 mg/kg berat badan/hari dalam dosis terbagi yang diberikan tiap 8 jam selama 5-7 hari.
# Amebiasis : - dewasa : 3 kali sehari 750 mg selama 5-10 hari. - anak-anak : 35-50 mg/kg berat badan/hari yang dibagi menjadi 3 kali pemberian dalam sehari selama 10 hari.
# Trikomoniasis : 2 gram sebagai dosis tunggal atau 2 kali sehari 250 mg selama 6 hari. Pada kasus-kasus berat : 500 mg pada pagi dan sore hari selama 6 hari.
# Vaginitis bakterial : 2 kali sehari 500 mg selama 7 hari.
# Giardiasis : - dewasa : 2 gram sekali sehari selama 3 hari atau 500 mg 2 kali sehari selama 5-10 hari. - anak-anak : ½ dari dosis dewasa selama 5-10 hari. - bayi : 2 kali sehari 25 mg/kg berat badan selama 5-10 hari.
# Pencegahan :
/Bedah elektif/ : - dewasa dan anak berusia lebih dari 12 tahun : 500 mg. - anak berusia 5-12 tahun : 250 mg. - anak berusia kurang dari 5 tahun : 12,5 mg/kg berat badan. Diberikan tiap 8 jam. Pencegahan dimulai 2 hari sebelum pembedahan.
/Bedah akut/ : - dewasa dan anak berusia lebih dari 12 tahun : diawali dengan dosis sebesar 1 gram 2 jam sebelum pembedahan kemudian 500 mg tiap 8 jam. - anak berusia 5-12 tahun : diawali dengan dosis sebesar 250-500 mg 2 jam sebelum pembedahan. - anak berusia kurang dari 5 tahun : 6,25 mg/kg berat badan atau 12,5 mg/kg berat badan 2 jam sebelum pembedahan. Pencegahan untuk anak-anak : dianjurkan pembwrian obat tiap 8 jam dengan dosis yang lebih rendah dari dosis awal, maksimal selama 7 hari.
# Gingivitis : 250 mg tiap 8 jam selama 3 hari.
# Amebiasis hati : - dewasa : 1,5-2,5 gram sekali sehari selama 2-3 hari atau 500-750 mg tiap 8 jam selama 5 hari. - anak-anak : 2 kali sehari ½ dari dosis dewasa selama 5-10 hari. - bayi : 2 kali sehari 25 mg/kg berat badan selama 5-10 hari.


Erythromycin / Eritromisin stearat
*INDIKASI*
Infeksi saluran nafas, infeksi kulit & jaringan lunak, pneumonia (radang parenkim paru), gonore, infeksi lain yang disebabkan oleh bakteri yang rentan terhadap Eritromisin.
*KONTRA INDIKASI* 
Hipersensitivitas.
*PERHATIAN* 
Gangguan fungsi hati. /Interaksi obat/ : mempotensiasi efek Karbamazepin, Siklosporin, Teofilin, Warfarin, dan alkaloid Ergot.
*EFEK SAMPING* 
Gangguan saluran pencernaan. Jarang : hepatotoksisitas, ototoksisitas.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS*
# Dewasa : 1-2 gram/hari dalam 4 dosis terbagi.
# Anak-anak : 30-50 mg/kg berat badan/hari dalam 4 dosis terbagi.

Gentamicin / Gentamisin sulfat
*INDIKASI*
Infeksi bakterial yang disebabkan oleh bakteri patogen yang rentan terhadap Gentamisin Sulfat, terutama patogen Gram negatif & Staphylococcus.
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitivitas.
*PERHATIAN* 
# Gangguan fungsi ginjal.
# Kehamilan dan menyusui.
# Lansia.
/Interaksi obat/ : penggunaan bersama dengan zat-zat ototoksis dan nefrotoksis, diuretika poten dan pemblok neuromuskuler.
*EFEK SAMPING*
Ototoksisitas & nefrotoksisitas.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*C*: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.
*DOSIS* 
/_Dewasa_/ :
# Infeksi sistemik : 3-7 mg/kg berat badan/hari dalam 2-3 dosis terbagi selama 7-10 hari.
# Infeksi saluran kemih : 120 mg sehari selama 7-10 hari.
# Intratekal : 1-10 mg/hari.
# Subkonjungtival : 10 mg/hari.
# Setelah hemodialisis : 1 mg/kg berat badan/hari secara intravena.
/_Anak-anak_/ :
3-5 mg/kg berat badan/hari dalam 2-3 dosis terbagi.

Tinidazole
*INDIKASI* 
Amubiasis, trikomoniasis, giardiasis, gingivitis ulseratif akut, infeksi anaerob.
*KONTRA INDIKASI* 
Diskrasia darah. Penyakit susunan saraf pusat aktif.
*PERHATIAN* 
Trimester pertama kehamilan, menyusui. /Interaksi obat/ : - bisa menimbulkan reaksi seperti Disulfiram jika digunakan dengan alkohol. - bisa mempertinggi efek antikoagulan Warfarin.
*EFEK SAMPING*
# Rasa tidak enak pada perut, anoreksia (kehilangan nafsu makan), mual, lidah berlapis/terasa tebal, mulut kering, pengecapan terasa tidak enak, sakit kepala, gatal-gatal, kemerahan kulit.
# Jarang : muntah, diare, efek neurologis, rasa tidak enak pada saluran kemih & kemih berwarna gelap/pekat.
# Leukopenia.
# Neuropati perifer.
  *DOSIS* 
# Amubiasis, trikomoniasis : 2 gram sebagai dosis tunggal selama 5-7 hari.
# Giardiasis, gingivitis ulseratif akut : 2 gram sebagai dosis tunggal.
# Infeksi anaerob : - pengobatan : diawali dengan 2 gram, kemudian 1 gram sehari sebagai dosis tunggal atau 2 kali sehari 500 mg selama 4-5 hari. - pencegahan : 2 gram sebagai dosis tunggal 12 jam sebelum pembedahan.

Ketoconazole / Ketokonazol
*INDIKASI* 
Kandidosis sistemik, para koksidioidomikosis, histoplasmosis, koksidioidomikosis, kandidosis vagina, sariawan, perles (radang dangkal pada sudut-sudut mulut yang menimbulkan retak-retak) kandidosis saluran cerna, dan infeksi jamur superfisial.
*KONTRA INDIKASI*
Penyakit hati, hipersensitifitas.
*PERHATIAN* 
Kehamilan dan meyusui. Periksa fungsi hati pada penggunaan jangka panjang.
/Interaksi obat/ :
- Siklosporin.
- Penurunan penyerapan Ketokonazol jika digunakan dengan antikolinergik, antasida, H_2 -bloker, bisa meningkatkan waktu protrombin pada pasien yang menerima derivat Koumarin.
*EFEK SAMPING* 
Gangguan saluran pencernaan, gatal-gatal, kenaikkan pada pemeriksaan fungsi hati.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*C*: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.
*DOSIS*
# Dewasa : 1 tablet sehari.
# Anak-anak : 50-100 mg sehari.
# Kandidosis vagina : 2 tablet sekali sehari selama 5 hari.

Fluconazole / Flukonazol
*INDIKASI*
# Kandidiasis orofaringeal & kandidiasis esofaringeal.
# Kandidiasis sistemik.
# Meningitis kriptokokal.
# Kandidiasis vagina akut/berulang.
*PERHATIAN* 
Hamil, menyusui.
/Interaksi obat/ : Warfarin, sulfonilurea oral, Fenitoin, Rifampisin, Siklosporin, Teofilin.
*EFEK SAMPING*
Mual, nyeri perut, diare. Kembung, ruam kulit.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*C*: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.
*DOSIS* 
/Dewasa/ :
# Meningitis kriptokokal : diawali dengan 400 mg kemudian 200-400 mg sekali sehari paling sedikit selama 6-8 minggu.
# Kandidemia, kandidiasis yang menyebar dan infeksi kandidal invasif lainnya : diawali dengan 400 mg, kemudian 200 mg sehari. Dapat dinaikkan sampai 400 mg sehari.
# Kandidiasis orofaringeal : 50 mg sekali sehari selama 7-14 hari.
# Kandidiasis esofagus : 50 mg sehari selama 14-30 hari.
# Kandidiasis vagina : 150 mg sebagai dosis tunggal.
/Anak-anak berusia lebih dari 1 tahun/ :
# Infeksi kandidal superfisialis : 1-2 mg/kg berat badan.
# Infeksi kriptokokal/kandidal sistemik : 3-6 mg/kg berat badan/hari.

Roxithromycin / Roksitromisin
*INDIKASI* 
Infeksi THT (telinga, hidung, tenggorokan), saluran pernafasan bagian atas & bawah, saluran kemih & kelamin (selain infeksi gonokokal), kulit & jaringan lunak.
*KONTRA INDIKASI*
# Hipersensitivitas terhadap Eritromisin & makrolida lainnya.
# Terapi bersamaan dengan pemberian zat tipe Ergotamin.
# Tidak cocok untuk anak berusia kurang dari 4 tahun.
*PERHATIAN* 
Gangguan fungsi hati, kehamilan trimester pertama, menyusui.
/Interaksi obat/ :
- kadar Teofilin dalam plasma agak meningkat.
- meningkatkan penyerapan Digoksin.
- meningkatkan kadar Terfenadin dalam serum.
*EFEK SAMPING* 
Mual, muntah, nyeri pada perut, reaksi alergi kulit.
*DOSIS*
# Dewasa : 2 kali sehari 1 tablet sebelum makan.
# Anak-anak : 5-8 mg/kg berat badan/hari dalam 2 dosis terbagi & lama pengobatan tidak boleh lebih dari 10 hari.

Cefuroxime / Sefuroksim aksetil
*INDIKASI*
Faringitis (radang tekak) dan tonsilitis (radang tonsil/amandel), otitis media (radang rongga gendang telinga), infeksi saluran pernafasan bagian bawah, infeksi saluran kemih, infeksi kulit & struktur kulit, infeksi tulang & sendi, infeksi kebidanan & kandungan, gonore, septikemia (keracunan darah oleh bakteri patogenik dan atau zat-zat yang dihasilkan oleh bakteri tersebut), meningitis (radang selaput otak), pencegahan infeksi dalam prosedur pembedahan.
*KONTRA INDIKASI* 
Hipersensitifitas terhadap Sefalosporin.
*PERHATIAN*
Hipersensitifitas terhadap Penisilin, hamil & menyusui. /Interaksi obat/ : Probenesid, aminoglikosida. *EFEK SAMPING*
# Mual, muntah, diare.
# Ruam kulit, gatal-gatal, biduran/kaligata.
# Sakit kepala & pusing.
# Perubahan hematologis.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS* 
# Dewasa :
# Sebagian besar infeksi : 2 kali sehari 250 mg.
# Infeksi saluran kemih : 2 kali sehari 125 mg.
# Bronkhitis dan pneumonia (radang perenkim paru) : 2 kali sehari 500 mg.
# Pielonefritis (radang ginjal serentak dengan radang pasu ginjal) : 2 kali sehari 250 mg.
# Anak-anak berusia lebih dari 5 tahun : 2 kali sehari 125 mg, bisa ditingkatkan sampai 2 kali sehari 250 mg.

Nystatin / Nistatin
*INDIKASI*
Pengobatan dan pencegahan kandidiasis pada rongga mulut atau usus.
*EFEK SAMPING* 
Diare, gangguan saluran pencernaan.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*C*: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.
 *DOSIS*
# Dewasa : 4 kali sehari 1-2 mL.
# Anak-anak : 3-4 kali sehari 1 mL.
# Untuk pencegahan pada bayi baru lahir : 1 mL perhari.

Sulbenicillin / Sulbenisilin disodium
*INDIKASI* 
Infeksi saluran kemih, saluran empedu, saluran pernafasan, kebidanan & kandungan, otorinologikal. Penyakit supurativa superfisial (penyakit yang bernanah pada permukaan tubuh), peritonitis (radang selaput perut), septikemia (keracunan darah oleh bakteri patogenik dan atau zat-zat yang dihasilkan oleh bakteri tersebut), dan endokarditis (radang endokardium jantung) bakterial subakut.
*KONTRA INDIKASI* 
Hipersensitif terhadap Penisilin.
*PERHATIAN*
Pasien dengan riwayat kondisi alergi, kerusakan hati atau ginjal yang parah, kegagalan jantung atau hipertensi (jangka panjang).
/Interaksi obat/ : Probenesid memperpanjang waktu paruh Sulbenisilin dalam plasma.
*EFEK SAMPING* 
Ruam kulit, demam, biduran/kaligata, gatal-gatal, anafilaksis. Gangguan saluran pencernaan, glositis (radang lidah), stomatitis (radang rongga mulut), kejang, kelainan darah dan pembekuan darah, superinfeksi.
*DOSIS*
# Dewasa : 2-4 gram.
# Anak-anak : 40-80 mg/kg berat badan/hari dibagi menjadi 2-4 kali pemberian. Diberikan dengan cara disuntikkan intramuskular (IM), intravena (IV) atau drip infusion.

Terbinafin HCl / Terbinafine HCl 
*INDIKASI*
# Infeksi jamur pada kulit & kuku yang disebabkan oleh dermatofita, seperti trikofiton, Microsporum canis, dan Epidermophyton floccosum.
# Pengobatan kurap/kadas dimana terapi per oral dianggap memberikan tempat, berat/kekerasan, atau luas pengobatan dengan tepat.
# Onikomikosis yang disebabkan oleh jamur dermatofita.
*PERHATIAN* 
Dosis pada pasien dengan gangguan fungsi hati kronis atau gangguan fungsi ginjal (klirens kreatinin kurang dari 50 ml/menit atau kreatinin serum lebih dari 300 mcmol/liter) ½ dari dosis normal. Hamil, menyusui. /Interaksi obat/ : Rifampisin, Simetidin.
*EFEK SAMPING*
Gangguan saluran pencernaan, reaksi kulit.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS*
250 mg sekali sehari dengan lama pengobatan :
- Tinea pedis/kutu air (tipe moccasin/plantar, interdigital) : 2-6 minggu.
- Tinea corporis (kurap pada badan) dan Tinea cruris (kurap lipat paha) : 2-4 minggu. - Onikomikosis : 6 minggu - 3 bulan.

Cefepim / Sefepim HCl
*INDIKASI* 
# Infeksi saluran pernafasan bagian bawah, infeksi kulit & struktur kulit, infeksi dalam perut.
# Infeksi saluran kemih bagian bawah & atas yang berkomplikasi.
# Infeksi kandungan yang parah atau berkomplikasi.
# Septikemia (keracunan darah oleh bakteri patogenik dan atau zat-zat yang dihasilkan oleh bakteri tersebut).
# Pengobatan empirik pada demam neutropenia.
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitifitas terhadap Sefalosporin, Penisilin, atau antibiotik beta;-laktam lainnya. *PERHATIAN*
# Hipersensitifitas, kolitis pseudomembranosa, & superinfeksi bisa terjadi.
# Terapi jangan dilanjutkan bila terjadi reaksi alergi.
# Hamil, menyusui.
*EFEK SAMPING*
# Gangguan saluran pencernaan (diare, mual, muntah).
# Hipersensitifitas.
# Gangguan kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), pernafasan, & susunan saraf pusat.
# Vaginitis.
 *DOSIS*
# Infeksi saluran kemih ringan sampai sedang : 500 mg - 1 gram secara intravena atau intramuskular tiap 12 jam.
# Infeksi ringan sampai sedang selain infeksi saluran kemih : 1 gram secara intramuskular atau intravena tiap 12 jam.
# Infeksi berat : 2 gram secara intravena tiap 12 jam.
# Infeksi yang sangat berat atau mengancam kehidupan : 2 gram secara intravena tiap 8 jam.

Cefaclor / Sefaklor monohidrat
*INDIKASI* 
Infeksi saluran pernafasan bagian bawah & atas, otitis media, infeksi saluran kemih, infeksi kulit & jaringan lunak yang disebabkan oleh bakteri yang peka terhadap Sefaklor monohidrat, sinusitis, uretritis gonokokal.
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitifitas terhadap Sefalosporin.
*PERHATIAN*
# Pasien yang sensitif terhadap Penisilin.
# Superinfeksi.
# Riwayat penyakit saluran pencernaan.
# Gangguan fungsi ginjal.
/Interaksi obat/ : Probenesid, antibiotik bakteriostatik bisa mengurangi kemanjuran Sefalosporin. *EFEK SAMPING*
Reaksi alergi, efek saluran pencernaan. Jarang : sindroma Stevens-Johnson, trombositopenia, eosinofilia, kolitis pseudomembranosa(yang bersifat reversibel).
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL* 
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS*
# Dewasa : 250 mg tiap 8jam.
# Anak-anak : 20 mg/kg berat badan/hari dalam dosis terbagi yang diberikan tiap 8 jam. Infeksi berat : dosis digandakan.
/Gonore/ : 3 gram disertai dengan 1 gram Probenesid sebagai dosis tunggal.

Meropenem
*INDIKASI* 
Pneumonia (radang parenkim paru), infeksi saluran kemih, endometritis (radang selaput lendir rahim), infeksi kandungan, infeksi kulit & struktur kulit, pneumonia yang didapat dari rumah sakit, peritonitis (radang selaput perut), infeksi pada pasien yang menderita neutropenia (penurunan jumlah sel darah putih neutrofil dalam darah), septikemia (keracunan darah oleh bakteri patogenik dan atau zat-zat yang dihasilkan oleh bakteri tersebut), meningitis (radang selaput otak), bronkhitis kronis, infeksi saluran kemih tanpa komplikasi.
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitif terhadap Karbapenem, Penisilin, & antibiotik beta-laktam lainnya.
*PERHATIAN* 
Awasi kadar transaminase & bilirubin pada pasien dengan penyakit hati. Riwayat keluhan saluran pencernaan, terutama kolitis. /Interaksi obat/ : Probenesid meningkatkan eliminasi waktu paruh. *EFEK SAMPING*
# Radang, tromboflebitis & rasa sakit pada tempat penyuntikan.
# Ruam kulit, gatal-gatal, biduran/kaligata.
# Nyeri pada perut, mual,muntah, diare, sakit kepala, parestesia (gangguan perasaan kulit seperti kesemutan), leukopenia, kandidiasis pada mulut & vagina.
# Kolitis pseudomembranosa.
# Jarang : kejang, hipersensitivitas, reaksi kulit yang parah.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL* 
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS*
/_Dewasa_/ :
# Pneumonia, infeksi saluran kemih, endometritis, infeksi kandungan, infeksi kulit & struktur kulit : 500 mg tiap 8 jam.
# Pneumonia yang didapat dari rumah sakit, peritonitis, infeksi pada pasien neutropenik, septikemia : 1 gram tiap 8 jam.
# Meningitis : 2 gram tiap 8 jam.
/_Anak-anak _/ :
# Anak berusia lebih dari 3 bulan sampai 12 tahun : 10-20 mg/kg berat badan tiap 8 jam.
# Anak-anak dengan berat badan lebih dari 50 kg : dosis sama besar dengan dosis untuk orang dewasa. # Meningitis : 40 mg/kg berat badan tiap 8 jam.

Nalidixic acid/Asam Nalidiksat
*INDIKASI* 
Sistitis (radang kandung kemih), pielonefritis (radang ginjal serentak dengan radang pasu ginjal), prostatitis (radang kelenjar prostata), pielitis (radang pasu ginjal) setelah persalinan, uretritis (radang ureter/aliran kandung kemih), & trigonitis. Infeksi usus, diare, & disentri.
*KONTRA INDIKASI*
Bayi berusia kurang dari 3 bulan.
*PERHATIAN*
# Riwayat kejang.
# Penyakit hati atau gagal ginjal.
# Terpapar sinar matahari secara berlebihan.
/Interaksi obat/ : antasida, Nitrofurantoin.
*EFEK SAMPING*
Gangguan saluran pencernaan, gangguan penglihatan subjektif, reaksi neurologis, fotosensitivitas. Jarang : episode kejang, peningkatan tekanan intrakranial, diskrasia darah.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*C*: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.
*DOSIS*
Infeksi saluran kemih :
# Dewasa :
- dosis awal (7-14 hari) : 4 kali sehari 2 tablet.
- dosis rumat/pemeliharaan : 4 kali sehari 500 mg.
# Anak berusia 6-14 tahun : 3-4 kali sehari 500 mg.
# Anak berusia 2-6 tahun : 3-4 kali sehari 250 mg.
# Anak berusia 1-2 tahun : 2-3 kali sehari 250 mg.
# Anak berusia 3 bulan - 1 tahun : 2-4 kali sehari 125 mg. Dosis pemeliharaan untuk anak-anak : ½ dosis terapeutik harian.

Netilmicin / Netilmisin Sulfat
*INDIKASI* 
Infeksi bakterial berat yang disebabkan oleh strain yang resisten terhadap Gentamisin.
*KONTRA INDIKASI* 
Hipersensitivitas.
*PERHATIAN*
# Kerusakan ginjal, gangguan neuromuskuler seperti miastenia gravis atau Parkinsonisme, hipokalsemia.
# Hamil & menyusui.
# Dibutuhkan hidrasi yang baik selama pengobatan.
/Interaksi obat/ : - toksisitas terpotensiasi oleh obat-obat ototoksik dan nefrotoksik. - bisa mempotensiasi aksi neuromuskular bloker.
*EFEK SAMPING* 
Nefrotoksisitas, neurotoksisitas (ototoksisitas auditori & vestibuler), reaksi lokal, efek saluran pencernaan, demam, abnormalitas pembekuan darah.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*D*: Positif ada kejadian yang berbahaya pada janin manusia, tetapi keuntungan dari penggunaan oleh wanita hamil mungkin dapat diterima walaupun berisiko. (Misalnya jika obat digunakan untuk situasi menyelamatkan nyawa atau penyakit yang serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).
*DOSIS*
# Pasien dengan berat badan lebih dari 50 kg : 2 kali sehari 150 mg atau 300 mg sekali sehari.
# Pasien dengan berat badan 50 kg atau kurang : 2 kali sehari 100 mg atau 200 mg sekali sehari. Dosis rata-rata : 4-6 mg/kg berat badan/hari.

Neomycin / Neomisin Sulfat
*INDIKASI*
Infeksi saluran pencernaan, diare, sterilisasi usus besar.
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitivitas. Penyumbatan usus.
*PERHATIAN*
Gangguan fungsi pendengaran & ginjal.
/Interaksi obat/ : - toksisitas ditingkatkan oleh obat-obat ototoksik dan nefrotoksik lainnya. - potensiasi aksi neuromuskular bloker.
*EFEK SAMPING* 
Gangguan absorpsi usus, superinfeksi, ototoksisitas, & nefrotoksisitas.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*C*: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.
*DOSIS*
# Infeksi saluran pencernaan, diare : 1 gram tiap 6-8 jam.
# Sterilisasi usus besar : 1 gram tiap 4-6 jam, 2-3 hari sebelum operasi.

Cefdinir / Sefdinir
*INDIKASI* 
Infeksi saluran nafas yang diperoleh dari komunitas & infeksi lain yang disebabkan oleh bakteri Gram positif & Gram negatif yang rentan terhadap Sefdinir, infeksi saluran kemih tanpa komplikasi. *KONTRA INDIKASI*
Hipersensitifitas terhadap Sefalosporin.
*PERHATIAN* 
Hipersensitifitas terhadap Penisilin. Gangguan ginjal, hamil dan menyusui. /Interaksi obat/ : ekskresi diperlambat jika digunakan dengan Probenesid.
*EFEK SAMPING*
Syok, kemerahan pada kulit, gatal-gatal, demam, batuk, sesak nafas, rasa tidak nyaman saluran pencernaan, mual, diare, rasa panas pada ulu hati, jarang : gangguan hematologis & ginjal.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS*
Untuk orang dewasa.
# Infeksi saluran nafas yang diperoleh dari komunitas & infeksi lain yang disebabkan oleh bakteri Gram positif & Gram negatif yang rentan terhadap Sefdinir : 3 kali sehari 1 kapsul. Infeksi berat : dinaikkan menjadi 2 kali sehari 3 kapsul.
# Infeksi saluran kemih tanpa komplikasi : 2 kali sehari 1 kapsul.

Ampicillin/Ampisilin
*INDIKASI* 
Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Gram positif & Gram negatif.
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitif terhadap Penisilin. Mononukleosis menular.
*PERHATIAN*
# Hipersensitif terhadap Sefalosporin.
# Kerusakan ginjal.
# Leukemia limfatik.
/Interaksi obat/ : - ekskresi dihambat oleh Probenesid. - bisa mengurangi aksi kontrasepsi oral. - waktu perdarahan bisa diperpanjang.
*EFEK SAMPING*
Gangguan saluran pencernaan, kemerahan pada kulit.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS*
# Dewasa & anak-anak dengan berat badan lebih dari 20 kg : 250-500 mg tiap 6 jam.
# Anak-anak dengan berat badan kurang dari 20 kg : 50-100 mg/kg berat badan/hari dalam dosis terbagi yang diberikan tiap 6 jam.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

Daftar Blog Saya