obat -obat hipertensi Golongan ACE (Inhibitor Angiotensine-Converting Enzyme)



Captopril / Kaptopril.

INDIKASI
Hipertensi.
Pada gagal jantung kongestif, gunakan bersama diuretika dan bila memungkinkan dengan Digitalis.

KONTRA INDIKASI
·  Hipersensitif terhadap Kaptopril atau inhibitor ACE (penghambat enzim pengubah angiotensin) lainnya.
·  Hamil atau berpotensi hamil.
·  Menyusui.
·  Gagal ginjal.
·  Stenosis aorta.

PERHATIAN
·  Pasien dengan penyakit vaskuler kolagen yang mendapat terapi imunosupresan, Alopurinol, atau Prokainamida, menderita penyakit ginjal.
·  Anak-anak dengan riwayat pembukaan terhadap penghambat ACE dalam uterus harus diamati dengan ketat terhadap hipotensi, oligouria, dan hiperkalemia.
·  Hentikan terapi jika terjadi angioedema, pembengkakan mulut, mata, lidah, laring, juga sulit menelan, bernafas, dan suara serak.
·  Hipertensi berat.
Interaksi obat :
- Obat imunosupresan dapat menyebabkan diskrasia darah.
- Suplemen atau diuretika yang mengandung mineral Kalium dapat meningkatkan kadar K serum.
- Probenesid dapat mengurangi bersihan ginjal terhadap Kaptopril.
- Anti inflamasi non steroid dapat mengurangi efektifitas obat anti hipertensi.
- Diuretika meningkatkan efek anti hipertensi Kaptopril.
- Sinergis dengan obat yang berefek vasodilatasi perifer, seperti Minoksidil.

EFEK SAMPING
·  Proteinuria, ureum nitrogen darah (BUN/Blood Urea Nitrogen) dan kreatinin meningkat.
·  Ruam idiosinkrasi seperti gatal-gatal.
·  Neutropenia, anemia, trombositopenia, hipotensi.

INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL
C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.

KEMASAN
Tablet 25 mg x 30 butir.

DOSIS
Hipertensi ringan sampai sedang : diawali dengan 12,5 mg 2 kali sehari.
Pemeliharaan : 2 kali sehari 25 mg, dapat ditingkatkan setelah 2-4 minggu sampai respon yang memuaskan diperoleh.
Maksimal : 2 kali sehari 50 mg.
Hipertensi berat : diawali dengan 12,5 mg 2 kali sehari.
Dosis dapat ditingkatkan sampai maksimal 3 kali sehari 50 mg.
Gagal jantung : diawali dengan 6,25-12,5 mg 3 kali sehari.
Pemeliharaan : 2-3 kali sehari 25 mg, dapat ditingkatkan dalam jarak waktu 2 minggu atau lebih.
Maksimal 150 mg/hari.
Anak-anak : diawali dengan 0,3 mg/kg berat badan sampai maksimal 6 mg/kg berat badan/hari dalam 2-3 dosis terbagi.

Benazepril HCl.
*INDIKASI*
Hipertensi, gagal jantung kongestif.
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitif terhadap Benazepril.
Angioedema.
Wanita hamil.

*PERHATIAN*
# Penyakit ginjal, stenosis arteri renalis, hiperkalemia, stenosis aorta
dan mitral, anestesi, resiko hipotensi pada pasien yang kehilangan
cairan dan garam.
# Penggunaan bersama dengan membran hemodialisis "high-flux".
# Jumlah sel darah putih harus dimonitor selama pengobatan.
# Pengemudi kendaraan.
# Pengobatan bersama dengan diuretika hemat Kalium atau Kalium tambahan.
# Hentikan penggunaan ketika terjadi edema pada wajah atau sakit kuning
kolestatik.
# Desensitisasi himenoptera.
# Aferesis LDL.
/Interaksi obat : diuretik

*EFEK SAMPING*
Batuk dan gangguan saluran pernapasan bagian atas, pusing, sakit kepala,
lemah, gugup, kemerahan pada wajah dan leher, berdebar, nyeri dada,
edema perifer, gangguan lambung-usus, gatal-gatal, nyeri pada sendi dan
otot, kram otot, gangguan saluran urin.

*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*C*: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin (
teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang
terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum
tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial
memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.




*DOSIS*
# Hipertensi : dosis awal 10 mg/hari, bisa ditingkatkan sampai 20 mg.
# Gagal jantung kongestif : dosis awal 2,5 mg/hari, bisa ditingkatkan
sampai 20 mg/hari.

Delapril HCl.

INDIKASI
Hipertensi esensial.

KONTRA INDIKASI
Pasien dengan riwayat edema angioneurotik terhadap penghambat ACE lain.

PERHATIAN
·  Penderita gangguan ginjal serius atau arteriostenosis renalis bilateral, ulkus peptikum atau penyakit lambung, epilepsi atau korea Huntingtons.
·  Jangan diberikan kepada pasien yang dalam waktu 24 jam akan menjalani operasi, wanita hamil, menyusui, dan anak-anak.
·  Bisa mengganggu kemampuan mengendarai kendaraan atau menjalankan mesin.
Interaksi obat :
- bisa menyebabkan peningkatan Kalium dalam serum pada kombinasi dengan diuretika hemat Kalium.
- mempertinggi efek penurunan tekanan darah ketika digunakan bersama dengan antihipertensi lainnya.

EFEK SAMPING
Adakalanya terjadi pusing, sakit kepala, insomia (sulit tidur), nyeri bahu, mual, muntah, anoreksia (kehilangan nafsu makan), batuk, reaksi hipersensitifitas, rasa panas dan kemerahan pada wajah dan leher, berdebar, efek hematologikal, rasa tidak enak badan yang tidak jelas, keringat banyak, lemah, faringalgia.

DOSIS
2 kali sehari 1-2 tablet pada pagi dan sore hari.

Enalapril maleat / Enalapril maleate

INDIKASI
Hipertensi esensial & renovaskuler.

PERHATIAN
·  Gangguan fungsi ginjal, hiperkalemia.
·  Pembedahan/anestesi (pembiusan).
·  Hamil, menyusui.
Interaksi obat : diuretika.

EFEK SAMPING
Sakit kepala, pusing, hipotensi, batuk, mual, efek ortostatik, angioedema, kelelahan.

INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL
C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.

DOSIS
10-40 mg/hari dalam dosis tunggal atau dosis terbagi.

Fosinopril Na.

INDIKASI
Hipertensi.
Bisa digunakan sebagai obat tunggal atau dikombinasi dengan diuretika tiazida.

KONTRA INDIKASI
·  Hipersensitifitas.
·  Riwayat edema angioneurotik yang berkaitan dengan terapi sebelumnya yang menggunakan ACE inhibitor.
·  Wanita hamil.

PERHATIAN
·  Gangguan fungsi ginjal.
·  Hipotensi, hiperkalemia.
·  Bedah atau anestesi (pembiusan).
Interaksi obat :
- respon hipotensi yang berlebihan saat digunakan dengan diuretika.
- penyerapan Natrium Fosinopril terganggu oleh antasida.
- obat-obat anti radang non steroid dapat mengganggu efek antihipertensi Natrium Fosinopril.
- dapat meningkatkan kadar Lithium dalam serum.
- efek Natrium Fosinopril terpotensiasi saat digunakan dengan antihipertensi lainnya.

EFEK SAMPING
Pusing, batuk, gejala saluran pernafasan bagian atas, gangguan pada saluran pencernaan, berdebar/nyeri dada, kemerahan pada kulit/gatal-gatal, nyeri tulang & otot/parestesia (gangguan perasaan kulit seperti kesemutan), lelah, gangguan pengecapan.

INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL
C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.

DOSIS
Dosis awal : 10 mg sekali sehari.
Dosis lazim berkisar : 20-40 mg sehari.


Lisinopril.

INDIKASI
Hipertensi esensial dan renovaskuler.
Sebagai obat tambahan untuk gagal jantung kongestif yang diobati dengan Digitalis dan atau diuretika.

KONTRA INDIKASI
Edema angioneurotik yang berkaitan dengan ACE inhibitor.

PERHATIAN
·  Gejala-gejala hipotensi terutama pada pasien yang dehidrasi dan menderita gagal jantung kongestif.
·  Hipotensi bisa terjadi pada saat pembedahan atau pembiusan.
·  Pasien dengan jantung iskemik atau penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak).
·  Kerusakan ginjal.
·  Riwayat angioedema.
·  Hamil, menyusui.
Interaksi obat :
- resiko hiperkalemia jika digunakan dengan diuretika hemat Kalium, Kalium tambahan, pengganti garam yang mengandung Kalium.
- terjadi efek aditif antihipertensi jika digunakan dengan diuretika.
- bisa mengurangi eliminasi Litium.

EFEK SAMPING
Pusing, sakit kepala, diare, kelelahan, batuk, mual, ruam kulit, edema angioneurotik, hiperkalemia.

INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL
C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.

DOSIS
Hipertensi : dosis awal 10 mg, dosis rumat/pemeliharaan : 5-20 mg.
Diberikan sekali sehari.


Perindopril.

INDIKASI
Hipertensi esensial, gagal jantung kongestif.

KONTRA INDIKASI
Wanita hamil, ibu menyusui, anak-anak.

PERHATIAN
Gagal ginjal, hipertensi renovaskuler, pembedahan atau anestesi/pembiusan, lansia.
Hemodialisis : hindari kombinasi dengan membran permiabel tinggi (Poliakrilonitril).
Interaksi obat :
- Kalium tambahan atau diuretika hemat Kalium bisa menginduksi hiperkalemia terutama pada penderita gagal ginjal.
- Neuroleptik atau antidepresan yang bekerja seperti Imipramin meningkatkan resiko hipotensi postural.
- Kadar Litium dalam serum bisa meningkat selama terapi dengan Litium.

EFEK SAMPING
Gangguan saluran pencernaan, pusing, sakit kepala, gangguan tidur dan atau suasana hati, lemah/tidak bertenaga, kelainan pengecapan, kram, ruam kulit yang terlokalisir, batuk kering, edema angioneurotik.

INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL
C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.

DOSIS
·  Hipertensi : 4 mg sebagai dosis tunggal, bisa ditingkatkan sampai 8 mg.
Pada usia lanjut, pengobatan dimulai dengan dosis 2 mg.
Pada insufisiensi ginjal, dosis harus disesuaikan berdasarkan klirens kreatinin.
·  Gagal jantung kongestif : 2 mg sebagai dosis tunggal, dapat ditingkatkan sampai 4 mg setelah 15 hari.

Quinapril.

INDIKASI
Hipertensi, gagal jantung kongestif.

PERHATIAN
Gangguan fungsi ginjal, gagal jantung kongestif berat.
Interaksi obat :
- dapat mengurangi penyerapan Tetrasiklin.
- monitor kadar Kalium dalam serum saat Quinapril digunakan dengan diuretika hemat Kalium, Kalium tambahan, atau pengganti garam yang mengandung Kalium.

EFEK SAMPING
Sakit kepala, pusing, rinitis, batuk, infeksi saluran pernafasan bagian atas, letih, mual, muntah, dispepsia, dan parestesia (gangguan perasaan kulit seperti kesemutan).

INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL
C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.

DOSIS
·  Hipertensi :
- pada pasien yang tidak menggunakan diuretika : dosis awal 10 mg sekali sehari, pemeliharaan : 20-40 mg/hari.
- pada pasien yang juga menggunakan diuretika : dosis awal 5 mg sekali sehari.
·  Gagal jantung kongestif : dosis awal 5 mg, pemeliharaan : 10-20 mg/hari.


Ramipril 2,5 mg, Hidroklorotiazida / hydrochlorothiazide 12,5 mg.
*INDIKASI*
Hipertensi ringan sampai sedang.

*KONTRA INDIKASI*
# Edema angioneurotik herediter (bersifat turun-menurun).
 # Hamil, menyususi.
# Stenosis/penyempitan aorta atau penyumbatan aliran keluar.

 *PERHATIAN*
# Penyakit hati.
 # Kerusakan ginjal dapat terjadi pada pasien yang menderita gagal jantung kongestif, stenosis arteri renalis bilateral atau unilateral.
 # Bisa mengakibatkan kambuhnya penyakit atau gejala penyakit lupus eritematosus sistemik secara mendadak atau lupus eritematosus sistemik aktif.
 # Hipertensi & ketidakseimbangan cairan atau elektrolit.
 # Hipotensi berat pada pasien yang menderita penyakit jantung iskemik atau penyakit kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) dapat mengakibatkan infark miokardial atau stroke.
 # Pembedahan besar atau anestesi.
/Interaksi obat/ :
- resiko hiperkalemia ditingkatkan dengan zat-zat hemat Kalium dan Kalium tambahan.
- resiko hipokalemia meningkat dengan glukokortikoid atau laksatif.
- efek hipotensi dipertinggi dengan diuretika dan antihipertensi lainnya, Barbiturat, Fenotiazin, antidepresan trisiklik, dan vasodilator.
- efek bisa dikurangi oleh obat-obat anti radang non steroid.
 - leukopenia bisa diperburuk oleh terapi bersama dengan imunosupresan, sitotoksik, kortikosteroid, atau Allopurinol.
- aksi natriuretik Hidroklorotiazida dikurangi oleh analgesik yang menyebabkan retensi Natrium.
 - Hidroklorotiazida bisa mengurangi aksi adrenalin, noradrenalin, antidiabetik, dan antigout, serta mengurangi ekskresi Quinin
. - absorpsi Hidroklorotiazida dikurangi oleh Kolestiramin.

*EFEK SAMPING*
_Ramipril_ : Hipotensi awal, mual, pusing, sakit kepala, mengantuk, batuk. Jarang : edema angioneurotik. _Hidroklorotiazida_ : hipotensi postural, efek saluran pencernaan ringan, ketidakseimbangan elektrolit, efek susunan saraf pusat, impotensi.

*DOSIS*
 1 tablet sekali sehari, bisa ditingkatkan pada jangka waktu 3 minggu atau lebih sampai maksimal 10 mg Ramipril/50 mg Hidroklorotiazida per hari.



Cilazapril

INDIKASI
Hipertensi esensial dan ginjal.

KONTRA INDIKASI
Penderita asites/busung.
Wanita hamil.

PERHATIAN
Hipotensi simtomatik, sirosis hati, gangguan fungsi ginjal, pembedahan, anestesi.
Interaksi obat :
- terjadi efek aditif dengan antihipertensi lainnya.
- meningkatkan Kalium dalam serum jika digunakan dengan diuretika hemat Kalium.
- efek antihipertensi dihilangkan oleh obat-obat anti inflamasi (anti radang) non steroid.

EFEK SAMPING
·  Sakit kepala, pusing.
·  Kelelahan, hipotensi, dispepsia, mual, batuk.
·  Jarang : edema angioneurotik.

INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL
D: Positif ada kejadian yang berbahaya pada janin manusia, tetapi keuntungan dari penggunaan oleh wanita hamil mungkin dapat diterima walaupun berisiko. (Misalnya jika obat digunakan untuk situasi menyelamatkan nyawa atau penyakit yang serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

DOSIS
2,5-5 mg sekali sehari.
Dosis yang dianjurkan untuk 2 hari pertama : 1,25 mg sekali sehari.


{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

Daftar Blog Saya