Obat-obat Rinitis Alergi


Klorpheniramin
Dosis
Dewasa dan remaja : Dosis oral : Dosis yang disarankan adalah 4 mg tiap 4-6 jam, hingga 24 mg/hari. Usia lajut : Mulai dengan dosis serendah mungkin. Pasien usila lebih sensitif terhadap efek antikolinergik. Anak-anak 6-12 tahun: Dosis yang disarankan adalah 2 mg setiap 4-6 jam, hingga 12 mg/hr. Anak-anak umur 2-5 tahun: Dosis yang disarankan adalah 1 mg setiap 4-6 jam maksimal 4 mg/hari.
indikasi

Rinitis alergi dan gejala alergi lain termasuk urtikaria
kontraindikasi
Hipersensitif terhadap klorfeniramin maleat atau komponen lain dalam formulasi; glukoma sudut sempit;gejala hipertrofi prostat; sewaktu terjadi serangan asma akut; ulkus peptik; obstruksi pyloroduodenal. Hindari penggunaan pada bayi prematur atau baru lahir karena kemungkinan mengalami SIDS.
efek samping
 > 10% :
Susunan saraf pusat : mengantuk.
Saluran pernapasan : mengentalkan sekresi bronkial
1% - 10% :
Susunan saraf pusat : Sakit kepala, eksitabilitas, rasa lelah, pusing.
Gastrointestinal : Mual, xerostomia, diarea, sakit perut, meningkatkan nafsu makan, meningkatkan berat badan.
Genitourinaria : Retensi urinar.
Otot : Artralgia, lemas.
Mata : Diplopia.
Ginjal : Poliuria.
Pernapasan : Faringitis
interaksi
Dengan Obat Lain :
Substrat CYP2D6 (minor), 3A4 (major) ; Penghambat CYP2D6 (lemah). Meningkatkan toksisitas (depresi SSP): depresan SSP, Penghambat MAO, antidepresan trisiklik, fenotiasin. Penghambat CYP3A4 : Dapat meningkatkan kadar klorfeniramin. Contoh obat ini meliputi antifungi azole, klaritromisin, diklofenak, doksisiklin, eritromisin, imatinib, isoniazid, nefazodon, nikardipin, propofol, penghambat protease, quinidin, dan verapamil. Etanol/Nutrisi/Herbal. Etanol : Hindari penggunaan etanol (dapat meningkatkan depresi SSP).
Dengan Makanan :
Makanan : memperlambat absorpsi tetapi tidak mengurangi bioavailabilitasnya.
mekanisme kerja
Kompetisi dengan reseptor H1 pada sel efektor di saluran pencernaan, pembuluh darah dan saluran pernapasan.
bentuk sediaan
Tablet

Diphenhidramin
dosis
Dosis oral :
Dewasa dan remaja : 25-50 mg 3-4 kali sehari, dengan interval 4-6 jam, bila perlu. Dosis maksimal 300 mg/hr.
Usia lanjut (usila) : Mulai dengan dosis dewasa serendah mungkin. Usia lanjut lebih sensitif terhadap efek antikolinergik.
Anak-anak > 9.1 kg : 12.5-25 mg 3-4 kali per hari, dengan interval 4-6 jam. Sebagai alternatif, berikan 5 mg/kg/hr, terbagi dalam 3-4 dosis. Dosis maksimal 300 mg/hr.
Anak-anak<= 9.1 kg : 6.25-12.5 mg 3-4 kali per hari, dengan interval 4-6 jam. Alternatif lain, berikan 5 mg/kg/hr, terbagi dalam 3-4 dosis. Dosis maksimal 300 mg/hr.
Intravena atau intramuscular:
Dewasa dan remaja : 10-50 mg IM atau IV setiap 4-6 jam, bila perlu. Dosis tunggal 100 mg dapat diberikan bila perlu. Dosis maksimal 400 mg/hr.
Usila : Mulai dengan dosis dewasa terkecil. Usila lebih sensitif terhadap efek antikolinergik.
Anak-anak : 5 mg/kg/hr IM atau IV, terbagi dalam 3-4 dosis.
Untuk pengobatan rinitis alergi atau selesma :
Dosis oral :
Dewasa dan remaja : 25-50 mg tiap 4-6 jam, maksimal 300 mg sehari.
Usia lanjut : Mulai dengan dosis dewasa serendah mungkin .Usia lanjut lebih sensitif terhadap efek antikolinergik
Anak-anak 6-12 tahun : 12.5-25 mg tiap 4-6 jam, maksimal 150 mg sehari.
Anak-anak < 6 tahun dengan berat > 9.1 kg : 12.5-25 mg 3-4 kali per hari, dengan interval 4-6 jam. Alternatif lain, 5 mg/kg/hr, terbagi dalam 3-4 dosis. Dosis maksimal 150 mg/hr.
Anak-anak < 6 tahun dengan berat <= 9.1 kg : 6.25-12.5 mg 3-4 kali per hari, dengan interval 4-6 jam. Alternatif lain, 5 mg/kg/hr, terbagi dalam 3-4 dosis. Dosis maksimal 150 mg/hr
indikasi
Pencegahan dan pengobatan rinitis alergi, selesma, pruritus, urtikaria atau reaksi alergi
Kontraindikasi
Hipersensitif terhadap difenhidramin atau komponen lain dari formulasi; asthma akut karena aktivitas antikolinergik antagonis H1 dapat mengentalkan sekresi bronkial pada saluran pernapasan sehingga memperberat serangan asma akut; pada bayi baru lahir karena potensial menyebabkan kejang atau menstimulasi SSP paradoksikal
efek samping
Kardiovaskuler : Hipotensi, palpitasi, takikardia
Sistem saraf pusat : Sedasi, mengantuk, pusing, gangguan koordinasi, sakit kepala, kelelahan, kejang paraksikal, insomnia, euforia, bingung.
Dermatologi : Fotosensitif, kemerahan, angioedema, urtikaria. 
Gastrointestinal : Mual, muntah, diare, sakit perut, xerostomia, peningkatan nafsu makan, peningkatan berat badan, kekeringan mukosa, anoreksia.
Genitourinari : Retensi urin, sering atau sebaliknya, susah buang air kecil.
Hematologi : Anemia hemolitika, trombositopenia, agranulositosis.
Mata : Penglihatan kabur.
Pernapasan : sekret bronki mengental.

interaksi
Dengan Obat Lain :
Penghambat CYP2D6 (sedang) :
Obat Antikolinergik : Sindroma antikolinergik sentral dan/atau periferal dapat terjadi bila diminum bersama analgesik opioid, fenotiasin dan antipsikotik (terutama dengan aktivitas antikolinergik yang tinggi), antidepresan trisikllik, beberapa antiaritmia dan antihistamin.
Atenolol : Obat dengan aktivitas antikolinergik tinggi dapat meningkatkan bioavailabilitas atenolol (dan mungkin beta bloker lain).
Obat-obat Kolinergik : Obat dengan aktivitas antikolinergik tinggi dapat melawan efek terapi kolinergik, termasuk donepezil, rivastigmin dan takrin.
Depresan SSP : Efek sedatif dapat bertambah dengan pemberian obat depresan SSP seperti : etanol, benzodiazepin, barbiturat, analgesik opioid, dan obat berefek sedatif lain.
Substrat CYP2D6 : Difenhidramin dapat meningkatkan efek substrat CYP2D6, meliputi amfetamin, beta bloker tertentu, dekstrometorfan, fluoksetin, lidokain, mirtazapin, nefazodon, paroksetin, risperidon, ritonavir, tioridazin, antidepresan trisiklik, dan venlafaksin.
Substrat prodrug CYP2D6 : Difenhidramin dapat menurunkan efek substrat prodrug CYP2D6 seperti codein dan tramadol.
Digoksin : Obat dengan aktivitas antikolinergik tinggi dapat mengurangi motilitas lambung dan meningkatkan absorpsi digoksin melalui penundaan pengosongan lambung.
Levodopa : Obat dengan aktivitas antikolinergik tinggi dapat meningkatkan motilitas lambung dan mengurangi absorpsi levodopa dengan cara penundaan pengosongan lambung.
Neuroleptik : Obat dengan aktivitas antikolinergik tinggi melawan efek terapi neuroleptik.
Etanol : Hindari etanol (dapat meningkatkan depresi SSP).
Dengan Makanan :
Obat ini bisa diberikan tanpa terpengaruh oleh adanya makanan.
mekanisme kerja
Difenhidramin berkompetisi dengan histamin bebas untuk mengikat reseptor H1. Difenhidramin bersifat antagonis kompetitif terhadap efek histamin pada saluran gastrointestinal, uterus, pembuluh darah besar, dan otot bronkial. Penghambatan reseptor H1 juga menekan pembentukan edema, panas dan gatal yang disebabkan oleh histamin.

Prometazin HCl.
 *INDIKASI*
 Antihistamin, antiemesis (anti muntah), sindroma Parkinson, sedatif & hipnotik.
 *KONTRA INDIKASI*
# Pasien komatose.
# Serangan asma akut.
 # Bayi prematur.
# Injeksi intra artikular.
 *PERHATIAN*
#Hamil, menyusui.
 # Penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) atau hati.
# Glaukoma sudut sempit.
# Retensi urin, hipertrofi prostat.
 # Pasien dengan lesi fokal pada korteks serebral.
 # Sensitivitas silang dengan obat-obat yang berkaitan.
 # Hindari mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin.
# Anak-anak yang menderita penyakit akut & berhubungan dengan dehidrasi.
 /Interaksi obat/ : antihipertensi, Fenotiazin, alkohol, depresan susunan saraf pusat, antikolinergik, antidepresan trisiklis, obat-obat penghambat mono amin oksidase. *EFEK SAMPING*
 Sedasi, gangguan saluran pencernaan, efek antimuskarinik, kelemahan otot, tinitus (telinga berdenging tanpa rangsang dari luar), reaksi alergi, kelainan darah, efek kardiovaskular & susunan saraf pusat, sakit kuning, fotosensitivitas.
*DOSIS*
Dewasa : 2-6 tablet sehari.

Cyproheptadine / Siproheptadin HCl.
 *INDIKASI*
 Rinitis alergika, menifestasi alergi kulit seperti urtikaria (biduran/kaligata) & angioedema, urtikaria karena dingin.
*KONTRA INDIKASI*
Glaukoma, retensi urin, porfiria. Bayi baru lahir atau bayi prematur.
 *PERHATIAN*
 # Riwayat asma bonkhial, peningkatan tekanan intra okular, hipertiroidisme, penyakir kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), hipertensi.
# Dapat mengganggu kemampuan untuk mengendarai kendaraan atau mengoperasikan mesin.
 # Anak berusia kurang dari 14 tahun, wanita hamil, menyusui.
 /Interaksi obat/ : - efek aditif dengan alkohol dan depresan susunan saraf pusat lainnya. - efek antikolinergik diperpanjang dan diintensifkan oleh obat-obat penghambat mono amin oksidase.
*EFEK SAMPING*
 Mengantuk, mulut kering, pusing, mual, muntah, konstipasi/susah buang air besar, diare, retensi urin, gangguan koordinasi, eksitasi, gemetar, insomnia/susah tidur, sakit kepala, kejang, halusinasi, histeria, anoreksia (kehilangan nafsu makan), penglihatan kabur.
 *INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya
*DOSIS*
Dewasa : 1-5 kaplet/hari dalam dosis terbagi. Maksimum : 0,5 mg/kg berat badan/hari.

Setirizin
dosis
Dewasa & ANAK 3-6 YR: PO 5 atau 10 mg per hari.
Penurunan hepar: PO 5 mg setiap hari.
Penurunan ginjal: CRU (31 ml / menit atau hemodialisis): PO 5 mg setiap hari
indikasi
Pengobatan alergi, angioedema, dan urticaria.
kontraindikasi
Hipersensitifitas terhadap obat ini
efek samping
CV: Palpitasi, takikardia, hipertensi, gagal jantung; sinkop. SSP: sifat tidur; kelelahan; pusing, sakit kepala; paresthesia; kebingungan; hyperkinesia; hypertonia; migrain; getaran; vertigo; ataksia; dystonia; abnormal koordinasi, hyperesthesia; hypoesthesia, myelitis; kelumpuhan; berkedut; insomnia, gangguan tidur, kegugupan, depresi; emosional lability; gangguan konsentrasi; kecemasan; depersonalization; paranoia; abnormal berpikir; agitasi; amnesia; penurunan libido; euforia. Derm: pruritus, kulit kering; urticaria; jerawat; dermatitis; erythematous ruam; meningkat berkeringat; alopecia; angioedema; furunculosis; bullous letusan; eksim; hyperkeratosis; hypertrichosis; photosensitivity; maculopapular ruam; seborrhea; purpura; kulit gangguan; nodul kulit. THT: Pharyngitis; bidang visual cacat; sakit telinga; kebutaan; kehilangan akomodasi; mata sakit; conjunctivitis; xerophthalmia; glaukoma; okular perdarahan, sakit telinga; tinnitus; ketulian; sinusitis; hidung polip; parosmia. SAL CERNA: Mulut kering; mual, muntah, sakit perut, diare; anoreksia; air liur; peningkatan nafsu; dispepsia; perut kembung, sembelit; stomatitis; ulcerative stomatitis; diperparah karies gigi; lidah perubahan warna; lidah edema; gastritis; dubur pendarahan; wasir; melena , letusan; diperbesar perut; rasa pervision; rasa kehilangan. SAL KEMIH: Retensi urin; poliuria; Sistitis; disuria, infeksi saluran kemih; hematuria; berkemih Frekuensi; urinary incontinence; dismenore; payudara perempuan; intermenstrual perdarahan; leukorrhea; menoragia; vaginitis. HEPAR: abnormal fungsi hepatik. RESP: Hidung berdarah; rhinitis; batuk; bronchospasm; dyspnea; infeksi saluran pernapasan atas; hiperventilasi; meningkat dahak; radang paru-paru, gangguan pernapasan. LAINNYA: Flushing; myalgia, arthralgia; arthrosis; radang sendi kelemahan otot, limfadenopati; kembali sakit; malaise, demam; asthenia; edema; kemalangan; sakit; dada sakit; kaki kram; ptosis.
interaksi
Tidak ada interaksi obat bermakna secara klinis, yang telah ditemukan dengan teofilin dosis yang rendah, azitromisin, pseudoephedrine, ketoconazole, atau erythromycin. Ada penurunan kecil klirens cetirizine disebabkan oleh dosis 400 mg teofilin; maka ada kemungkinan bahwa lebih besar dosis teofilin bisa memiliki efek yang lebih besar.
mekanisme kerja
Antagonis kompetitif histamin pada reseptor H1
bentuk sediaan
Tablet; Sirup

parameter monitoring
Monitor nadi, tekanan darah dan status pernafasan secara berkala sepanjang terapi.

informasi pasien
Memberitahu pasien bahwa obat dapat menyebabkan kantuk dan menggunakan hati-hati saat mengemudi atau melakukan tugas-tugas lain yang membutuhkan kewaspadaan sampai respons terhadap obat-obatan yang diketahui.
Memberitahu photosensitivity pasien yang mungkin terjadi dan untuk mengambil langkah-langkah protektif (misalnya, tabir surya, pakaian pelindung) terhadap paparan sinar ultraviolet atau sinar matahari sampai toleransi ditentukan.
Perhatian pasien untuk menghindari penggunaan alkohol atau depresi SSP lainnya (misalnya, obat penenang, hypnotics, obat penenang).
Anjurkan pasien untuk mengambil air teguk sering, mengisap es chip atau tanpa gula permen keras, atau mengunyah permen karet jika mulut kering terjadi.
Jika pasien adalah memiliki kulit alergi pengujian, menyarankan untuk menghindari minum obat setidaknya selama 4 hari sebelum uji.

Loratadin
dosis
Dosis oral (tablet, dan sirup) :
          Dewasa dan remaja : 10 mg sekali sehari.
          Anak-anak 6-12 tahun : 10 mgsekali sehari.
          Anak-anak 2-5 tahun : 5 mg (5 ml sirup) sekali sehari.
          Anak-anak < 2 tahun : Keamanan dan efektivitas belum diketahui
indikasi
Alergi rinitis dan urtikaria
kontraindikasi
Keamanan dan efektivitas penggunaan loratadin pada anak kurang dari 2 tahun belum diketahui. Umumnya antihistamin tidak digunakan pada bayi baru lahir karena kemungkinan menstimulasi SSP paradoksikal atau kejang.
efek samping
Dewasa : 
          SSP : Sakit kepala (12%), somnolen (8%), rasa lelah (4%).
          Gastrointestinal : Xerostomia (3%).
          Anak-anak :
          SSP : cemas  (4% umur 6-12 tahun), rasa lelah (3% umur 6-12 tahun, 2% hingga 3% umur 2-5 tahun), malaise (2% umur 6-12 tahun).
          Dermatologi : ruam (2% hingga 3% umur 2-5 tahun).
          Gastrointestinal : Sakit perut (2% umur 6-12 tahun), stomatitis (2% hingga 3% umur 2-5 tahuns).
          Neuromuskuler & skelet : Hyperkinesia (3% umur 6-12 tahun).
          Mata: Konjungtivitis (2% umur 6-12 tahun).
          Saluran pernapasan : sesak (4% umur 6-12 tahun), disfonia (2% umur 6-12 tahun), Saluran napas atas (2% umur 6-12 tahun), epistaksis (2% hingga 3% umur 2-5 tahun), faringitis (2% - 3% umur 2-5 tahun)


interaksi
- Dengan Obat Lain : 
            Substrat (minor) CYP2D6, 3A4 ; Menghambat CYP2C8 (lemah), 2C19 (sedang), 2D6 (lemah). 
            Substrat CYP2C19 : Loratadin dapat meningkatkan kadar/efek substrat CYP2C19 seperti citalopram, diazepam, metuksimisa, fenitoin, propranolol dan sertraline.
            Penghambat Protease (amprenavir, ritonavir, nelfinavir) dapat meningkatkan kadar loratadin. Peningkatan toksisitas: antihistamin lain.
            Etanol : Hindari etanol (dapat meningkatkan depresi SSP).
- Dengan Makanan :  Makanan akan meningkatkan absorpsi dan AUC hingga 40% tablet/sirup. Waktu puncak tertunda oleh adanya makanan, namun respon klinis tidak terpengaruh, sehingga dapat diberikan dengan atau tanpa makanan.
mekanisme kerja
Kompetisi dengan histamin bebas untuk mengikat reseptor H1. Antagonis kompetitif ini akan menghambat efek histamin pada reseptor H1 di saluran gastrointestinal, uterus, pembuluh darah dan otot bronki.
bentuk sediaan
 Tablet, Sirup

Desloratadine.

INDIKASI
  Menghilangkan gejala pada hidung dan bukan hidung dari rinitis alergika (musiman dan sepanjang tahun).
  Terapi simtomatik (hanya untuk menghilangkan gejalanya saja) gatal-gatal, mengurangi jumlah dan ukuran hives (penyakit dengan rasa gatal dengan bintik-bintik merah dan bengkak) pada pasien dengan urtikaria idiopatik kronis (biduran menahun yang tidak diketahui sebabnya).
PERHATIAN
Hamil, menyusui.
EFEK SAMPING
Faringitis, mulut kering, nyeri otot, ketagihan tidur, nyeri saat haid.
INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL
C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.
KEMASAN
Tablet salut-selaput 5 mg x 30 butir.
DOSIS
Dewasa dan anak berusia 12 tahun ke atas : 5 mg sekali sehari.
Fexofenadine / Feksofenadin HCl.
 *INDIKASI*
 Meredakan gejala-gejala yang berhubungan dengan alergi seperti rinitis alergika & urtikaria (biduran/kaligata) idiopatik kronik pada orang dewasa & anak berusia 12 tahun atau lebih.
 *PERHATIAN*
 # Hamil & menyusui.
# Lansia.
# Kerusakan ginjal atau hati.
/Interaksi obat/ : pemakaian bersama dengan antasida yang mengandung Aluminium dan Magnesium Hidroksida dalam waktu 15 menit menyebabkan penurunan bioavailabilitas Feksofenadin HCl.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*C*: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.
*DOSIS*
Dewasa & anak berusia 12 tahun atau lebih : 1 tablet sekali sehari.

Oksimetazolin / oxymetazoline HCl

INDIKASI
  Hidung tersumbat.
  Pengobatan dan pencegahan infeksi telinga tengah.
  Memudahkan pemeriksaan intranasal.
  Persiapan operasi.
KONTRA INDIKASI
Idiosinkrasi terhadap simpatomimetik, hipertiroidisme, hipertensi, penyakit koroner.
PERHATIAN
  Kongesti nasal kronis saat pengobatan dihentikan (pada penggunaan jangka panjang).
  Penggunaan bersama dengan MAOI (penghambat mono amin oksidase).
  Penyakit jantung.
  Diabetes melitus.
Interaksi obat :
- efek sebagai penekan dipertinggi oleh penghambat mono amin oksidase.
- membalik aksi antihipertensi.
EFEK SAMPING
  Adakalanya timbul rasa panas di hidung atau tenggorokan, iritasi lokal, mual, sakit kepala, mukosa hidung kering.
  Hidung tersumbat kembali terjadi/kambuh (pada penggunaan jangka panjang).
  Kesulitan bernapas, kolaps pada bayi.
KEMASAN
Obat semprot hidung 0,05 % x 10 mL.
DOSIS
Dewasa dan anak-anak berusia di atas 6 tahun : 2 kali sehari 2-3 semprotan pada masing-masing lubang hidung.

Beclometasone / Beklometason Dipropionat.

INDIKASI
Pengobatan dan pencegahan rinitis alergi musiman dan non musiman (terus-menerus), termasuk hay fever (demam disebabkan kepekaan terhadap rumput kering) dan rinitis vasomotor.
PERHATIAN
Infeksi hidung, ketergantungan steroid, kehamilan.
EFEK SAMPING
Kekeringan dan iritasi hidung dan tenggorokan/kerongkongan, bersin-bersin, mimisan, sakit kepala.
Lubang pada sekat hidung.
INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL
C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.
DOSIS
Dewasa dan anak berusia lebih dari 6 tahun : 2 kali sehari 2 kali semprot pada masing-masing lubang hidung.
Untuk beberapa pasien, 3-4 kali sehari 1 kali semprot pada masing-masing lubang hidung, lebih disukai.
Maksimal : 8 semprot per hari.

Fluticasone propionate.

INDIKASI
Pencegahan dan pengobatan rhinitis alergi musiman dan rhinitis tahunan (sepanjang tahun).
PERHATIAN
  Kehamilan.
  Infeksi saluran udara pada hidung.
  Hati-hati saat pasien beralih dari pengobatan steroid sistemik.
EFEK SAMPING
Kering dan iritasi hidung dan tenggorokan, pengecapan dan penciuman yang terasa tidak enak, dan mimisan.
INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL
C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.
KEMASAN
Aqueous Nasal Spray 50 mg/dosis x 120 dosis terukur.
DOSIS
  Pencegahan dan pengobatan rhinitis alergi musiman dan rhinitis tahunan (sepanjang tahun) pada orang dewasa dan anak berusia lebih dari 12 tahun : 2 semprot pada tiap-tiap lubang hidung sekali sehari, sebaiknya pada pagi hari.
Pada beberapa kasus : 2 semprot 2 kali sehari.
Maksimal : 4 semprot pada tiap-tiap lubang hidung per hari.
  Pencegahan dan pengobatan rhinitis alergi musiman pada anak berusia 4-11 tahun : 1 semprot pada tiap lubang hidung sekali sehari, sebaiknya pada pagi hari.
Pada beberapa kasus : 1 semprot 2 kali sehari.
Maksimal : 2 semprot sehari pada tiap lubang hidung.

Mometasone furoate
*INDIKASI*
Pengobatan untuk pencegahan, gejala-gejala sedang sampai berat rinitis alergi musiman pada orang dewasa dan anak berusia lebih dari 12 tahun.
 *KONTRA INDIKASI*
Infeksi yang meliputi mukosa hidung yang terlokalisir dan tak terobati. Infeksi jamur pada hidung dan faring (tekak) yang terlokalisir.
 *PERHATIAN*
Pasien dengan infeksi tuberkulosa aktif atau pasif, infeksi yang disebabkan oleh bakteri, infeksi sistemik yang disebabkan oleh virus, infeksi yang diakibatkan oleh jamur yang tak diobati atau herpes simpleks pada mata, pasien yang terimunosupresi, wanita hamil, ibu menyusui atau wanita dalam usia subur.
 *EFEK SAMPING*
 Perdarahan, riak yang disertai darah (berwarna darah) dan bintik-bintik darah, faringitis, rasa terbakar pada hidung, iritasi hidung.
 *INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*C*: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin. *DOSIS*
 Dewasa dan anak-anak : 2 semprotan (50 mcg/semprot) pada masing-masing lubang hidung sekali sehari (dosis total 200 mcg).

Triamcinolone / Triamsinolon asetonida.

INDIKASI
Pengobatan simtomatik rinitis alergika musiman dan sepanjang tahun pada orang dewasa dan anak berusia 12 tahun atau lebih.
PERHATIAN
  Pasien yang sebelumnya diobati untuk jangka panjang dengan kortikosteroid sistemik.
  Infeksi tuberkulosa aktif atau tenang pada saluran pernafasan, herpes simpleks pada mata atau infeksi sistemik yang disebabkan oleh virus atau infeksi fungal, bakterial tak diobati.
  Hindari paparan untuk penderita cacar air atau campak.
  Ulkus septa hidung yang baru, bedah atau trauma hidung.
  Hamil, menyusui.
EFEK SAMPING
Meningkatkan batuk, mimisan, faringitis, sakit kepala, rinitis, perlubangan septum hidung.
INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL
C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.
DOSIS
Dewasa dan anak berusia 12 tahun atau lebih : 220 mcg (2 semprot pada tiap-tiap lubang hidung) sekali sehari.


{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

Daftar Blog Saya