Senin, 15 Oktober 2012

Obat Ssaluran Pencernaan.ppt


Download ppt
obat-saluran-pencernaan.ppt - 68 KB

 GASTRITIS
Gastritis adalah inflamasi dari mukosa lambung. Bila mukosa lambung seringkali atau dalam waktu cukup lama bersentuhan dengan aliran balik getah duodenum yang bersifat alkalis, peradangan sangat mungkin terjadi dan akhirnya malah berybah menjadi tukak lambung.
Gastritis dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Gastritis Akut
Merupakan kelainan klinis akut yang jelas penyebabnya dengan tanda dan gejala yang khas. Biasanya ditemukan sel inflamasi akut dan neutrofil.
Penyebab penyakit ini, antara lain :
- Obat-obatan ; aspirisn, obat anti inflamasi non steroid (NSAID’S)
- Alkohol
- Gangguan mikrosirkulasi mukosa lambung : trauma, luka bakar, sepsis.
2. Gastritis Kronik
Penyebabnya tidak jelas, sering bersifat multifaktor dengan perjalanan klinik yang bervariasi. Kelainan ini berkaitan erat dengan infeksi Helicobacter pylori.
TUKAK PEPTIK
Batasan :
Kerusakan atau hilangnya jaringan dari mukosa, sub-mukosa, sampai ke muskularis mukosa di daerah saluran cerna bagian atas, berbatas tegas dan ada hubungannya dengan cairan asam lambung serta pepsin.

Patofisiologi
Tukak peptik timbul akibat gangguan keseimbangan antara asam lambung, pepsin dan daya mukosa.
Faktor yang mempengaruhi terjadinya tukak lambung adalah adanya riwayat keluarga yang mengindap tukak peptik, atau pasien dengan paru kronik, sirosis hati, penyakit ginjal kronik, rokok, alkohol dan obat-obatan. Faktor resiko lain tukak duodenum adalah golongan darah O.
Tukak Peptik
Tukak Duodenum
Umumnya terdapat hipersekresi asam pepsin karena jumlah sel parietal lebih banyak.
Tukak Lambung
Biasanya sekresi asam normal. Faktor utama adalah turunnya daya tahan mukosa.
Gejala Klinis
Nyeri perut di daerah epigastrum yang sifatnya khas, berlangsung kronik, periodik dengan masa remisi dan eksaserbasi silih berganti, ritmik, kualitas seperti ditusuk dan rasa panas.
Nyeri berkurang dengan pemberian antasida
Dapat disertai anoreksia, mual, muntah

Diagnosa Banding
Dispepsia fungsional
Kanker lambung
Gastritis
Pankreatitis akut
Kolesistitis
Kolangitis

Tujuan Terapi
Meredakan keluhan
Menyembuhkan tukak yang aktif
Mencegah kekambuhan dan komplikasi perlukaan dan perdarahan mukosa lambung
Meminimalkan dampak sosioekonomi akibat sakit

Prinsip Pengobatan
Diagnosa akurat
Ejukasi pasien
Terapi individu
Pengaturan diet
Penggobatan supportive

Penatalaksanaan
A. Merubah Pola Hidup:
berhenti merokok
Berhenti minum alkohol
Berhenti minum obat yang mengganggu TGI


B. Terapi Dengan Obat
1. Pengobatan Awal
Upayakan pH lambung sekitar 5
Antasida
Merupakan zat pengikat asam yaitu basa-basa lemah yang digunakan untuk mengikat secara kimiawi dan menetralkan asam lambung. Efeknya adalah peningkatan pH, yang mengakibatkan berkurangnya kerja proteolitis dari pepsin.
Antagonis reseptor H2 (cimetidin, ranitidin, famotidin)
Obat-obat ini menempati reseptor histamin H2 secara selektif di permukaan sel-sel parietal, sehingga sekrasi asam lambung dan pepsin sangat dikurangi
Inhibitor K-H-ATPase (omeprazol)
Obat-obat ini mengurangi sekresi asam (yang normal dan yang dibuat) dengan jalan menghambat K-H-ATPase secara selektif dalam sel-sel parietal

Memperbaiki ketahanan mukosa (sukralfat)
Merupakan zat-zat pelindung ulkus yang menutup tukak dengan suatu lapisan pelindung terhadap serangan asam pepsin.
Sedativ dan anti depresi
Derivat prostaglandin
- Misoprostol (gastrul)
    Analog Prostaglandin E1. prostaglandin sintesis pertama yang efektif secara oral.
Obat penguat motilitas (metoklopramid, domperidon)

Lama Pengobatan:
Tukak lambung 12 minggu
Tukak duodenum 8 minggu

2. Pengobatan Pemeliharaan
Dosisnya setengah dosis awal selama 6 sampai 12 bulan.

Kebiasaan Penggunaan Obat Yang Tidak Dianjurkan
Penggunaan obat secara serampangan (obat penenang dan spasmolitik)
Penggunaan multivitamin
Informasi Untuk Pasien
Hindari ma/mi atau obat-obatan yang menyebabkan atau memperberat ulkus peptik
Mengatur jadwal makan untuk menghindari lambung kosong dengan jenis makanan yang lunak dan mudah dicerna.

 DISPEPSIA
Dispepsia merupakan kumpulan keluhan/ gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak/sakit di perut bagian atas yang menetap atau mengalami kekambuhan.
Klasifikasi klinis praktis, didasarkan atas keluhan/gejala yang dominan, membagi dispepsia menjadi tiga tipe:
Dispepsia dengan keluhan seperti ulkus, dengan gejala :
Nyeri epigastrum terlokalisasi
Nyeri hilang setelah makan atau pemberian antasida
Nyeri saat lapar
Nyeri episodik
Dispepsia dengan gejala seperti dismotilitas, dengan gejala:
Mudah kenyang
Perut cepat terasa penuh saat makan
Mual
Muntah
Rasa tak nyaman bertambah saat makan
Dispepsia nonspesifik (tidak ada gejala seperti kedua tipe di atas)

Pengobatan
Antasida
Antikolinergik
Antagonis resetor H2
Sitoprotektif (misoprostol)
Golongan prokinetik (domperidon, metoklopramid)

DIARE
Definisi
Diare adalah terjadinya BAB 3 kali atau lebih sering sehari dengan konsistensi lembek atau cair yang tidak seperti biasa.
Bayi yang mendapat ASI saja, dapat BAB 4-5 kali sehari, ini bukan diare.
Patofisiologi
Terganggunya absorpsi air dan elektrolit karena kerusakan sel-sel mukosa usus oleh invasi bakteri.
Keluarnya cairan dan elektrolit dari dinding usus oleh karena rangsangan biokimia toksin yang dikeluarkan bakteri serta invasi bakteri ke dalam mukosa usus
Masalah yang dihadapi
Dehidrasi
Kekurangan elektrolit
Kebutuhan Antimikroba
Antimikroba diperlukan hanya pada kasus-kasus diare spesifik
kolera
Shigelosis
Amubiasis
Giardiasis


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

Copyright © Article Sharing

Canvas By: Fauzi Blog, Responsive By: Muslim Blog, Seo By: Habib Blog